Jejak Terakhir Bripka Cecep di Garut: Gugur di Tengah Pesta Rakyat Putra Gubernur
0 menit baca
![]() |
| Bripka Beben(ALM),Aipda anumerta Cecep Saeful Bahri saat berpoto dengan keluarga. Foto: (Dok.Azhrina) |
MAJALENGKA, iNet99.id — Di tengah gegap gempita pesta rakyat yang digelar keluarga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Alun-Alun Pendopo Garut, Jumat, 18 Juli 2025, sebuah tragedi tak terduga menyelinap. Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota Polres Garut, tak pernah kembali dari tugas terakhirnya.
Ia menghembuskan napas terakhir tak lama setelah berjibaku menenangkan lautan manusia yang tumpah ruah dalam resepsi pernikahan Maula Akbar—putra Dedi Mulyadi—dengan Luthfiansa Putri Karlina, Wakil Bupati Garut yang juga anak dari Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Ribuan warga datang berduyun-duyun, tergoda oleh undangan terbuka dan sajian makan gratis. Suasana semarak berubah menjadi kepanikan saat gelombang massa mulai tak terkendali. Desak-desakan tak terelakkan.
Bripka Cecep, yang kala itu berjaga di pintu utama, berusaha menenangkan kerumunan. Ia menolong warga yang terjebak, mengarahkan arus orang-orang yang mulai panik. Setelah situasi sedikit reda, ia duduk kelelahan. Seketika, tubuhnya ambruk. Ia pingsan dan tak pernah sadar kembali.
Polisi yang Mengutamakan Kemanusiaan
Bripka Cecep bukan nama asing di Kelurahan Cijati, Majalengka. Ia dikenal sebagai sosok sederhana, ramah, dan teguh dalam menjalankan tugas. Di mata rekan-rekannya, ia adalah Bhayangkara yang tak pernah setengah hati.
“Kami kehilangan sahabat, rekan kerja, dan teladan,” kata Kapolsek Majalengka Kota, IPTU Piki Krismanto, saat melayat di rumah duka. “Almarhum selalu mengedepankan kemanusiaan, tak pernah memburu pujian.”
Suasana haru menyelimuti rumah duka. Satu per satu pejabat kepolisian, kerabat, dan warga datang memberi penghormatan terakhir. Air mata jatuh di atas karangan bunga dan nisan yang baru ditancapkan.
Gugur dalam Misi Kemanusiaan
Kepolisian Daerah Jawa Barat mengonfirmasi, tiga korban meninggal dalam insiden resepsi tersebut: dua warga sipil dan satu anggota Polri.
“Anggota kami gugur saat menjalankan tugas pengamanan. Ia gugur dalam misi kemanusiaan,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Sabtu, 19 Juli 2025. “Ia mengemban tugas mulia, namun takdir berkata lain.”
Menurut Rudi, pengamanan acara telah dipersiapkan sejak pagi, dengan total 404 personel gabungan. Namun, arus massa yang terus berdatangan melampaui perkiraan. Investigasi kini tengah dilakukan, termasuk mengkaji kemungkinan kelalaian dalam pengaturan pengamanan.
“Kami tidak akan berhenti pada kesedihan. Ini soal nyawa manusia yang tak tergantikan,” ujar Rudi. “Kami akan telusuri sampai tuntas.”
Di Garut, Bripka Cecep Dikebumikan
Takdir memilih Bripka Cecep untuk pulang lebih dulu, dalam seragam, dengan luka tak tampak di tubuhnya—namun terasa dalam bagi mereka yang ditinggalkan. Ia dimakamkan di Garut, di antara doa dan isak tangis.
Ia pergi dalam tugas. Tidak dengan senjata terhunus, tapi dengan tangan yang terulur membantu sesama. Di antara keramaian yang berubah menjadi kekacauan, ia berdiri—dan akhirnya tumbang.
Di pundaknya, negara menitipkan amanah. Di tanah tempat ia jatuh, masyarakat kini mengirimkan doa.
Pewarta •Eko
Editor •Andi

