Program MBG di KB Melati Bunda Bojongsoang Disetop, Alasan Penghentian Masih Belum Transparan
0 menit baca
![]() |
| Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegalluar 05, Yayasan Cita Amanat Martadiredja, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Foto Matainvestigasi.dom |
KABUPATEN BANDUNG, iNET99.id — Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di KB Melati Bunda, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, menyisakan tanda tanya. Di tengah program pemerintah yang menyasar pemenuhan gizi peserta didik, pihak sekolah mengaku belum memperoleh penjelasan pasti mengenai alasan layanan tersebut dihentikan, Jl. Rancawangi No.43 RT05 RW02, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Kamis (29/10/2026).
Kepala KB Melati Bunda mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi bahwa lembaga pendidikan tersebut belum terdaftar dalam sistem. Sekolah juga disebut kembali diminta menyerahkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
“Alasannya tidak jelas bagi saya, tapi katanya lembaga kami tidak terdaftar dan kemarin dulu kami diminta no NPSN lagi, yg pasti katanya terkait sistim aja,” ujar Kepala Sekolah KB Melati Bunda. Dikutip dari matainvestigasi.com.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mendasar. Jika persoalannya berkaitan dengan pendataan, apa sebenarnya kendala yang menyebabkan penyaluran MBG harus dihentikan? Serta, mengapa penghentian tersebut dialami oleh KB Melati Bunda?
Berdasarkan data Kemendikdasmen, KB Melati Bunda tercatat memiliki NPSN 69953748. Namun, kepemilikan NPSN tidak serta-merta membuktikan bahwa data sekolah telah tercatat dan tervalidasi dalam sistem yang digunakan untuk penyaluran MBG.
Karena itu, diperlukan penjelasan terbuka mengenai status data sekolah, kendala yang terjadi, serta langkah yang telah dilakukan untuk menyelesaikannya. Persoalan administratif semestinya dapat diurai agar tidak memicu ketidakpastian layanan bagi peserta didik.
Awak media (MataInvestigasi.com) telah berupaya mendatangi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait untuk meminta klarifikasi. Namun, upaya tersebut belum berhasil mempertemukan awak media dengan pihak kepala SPPG.
Dalam kunjungan berbeda, wartawan MataInvestigasi.com memperoleh keterangan bahwa kepala SPPG biasanya datang pada sore hari. Ketika kembali pada waktu tersebut, petugas keamanan menyebut kepala SPPG biasa datang malam hari. Saat wartawan mendatangi kembali pada malam hari, wartawan justru diarahkan untuk datang pada siang hari.
Wartawan MataInvestigasi.com juga berupaya meminta nomor kontak kepala SPPG guna mempermudah konfirmasi. Namun, petugas keamanan menolak memberikannya dengan alasan menjaga privasi.
Langkah konfirmasi ini menunjukkan upaya awak media dalam menerapkan prinsip berimbang (cover both sides). Jalur komunikasi resmi atau jadwal pertemuan yang pasti tentu sangat diperlukan agar pertanyaan mengenai pelaksanaan program publik dapat disampaikan kepada pihak yang berwenang secara proporsional.
Hingga berita ini disusun, pihak SPPG belum memberikan keterangan langsung kepada awak media (MataInvestigasi.com) mengenai penyebab penghentian MBG di KB Melati Bunda.
Persoalan ini bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya data dalam sistem. Publik tentu membutuhkan kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan kendala, dasar penghentian penyaluran, serta kepastian kapan program dapat kembali berjalan.
Apabila penghentian memang disebabkan kendala teknis administrasi, penjelasan mengenai proses perbaikan dan perkiraan waktu penyelesaian menjadi penting. Sebaliknya, apabila terdapat faktor lain, pihak pengelola diharapkan dapat menyampaikannya secara transparan.
Redaksi MataInvestigasi.com membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan konfirmasi lanjutan bagi pihak SPPG maupun instansi terkait guna meluruskan informasi demi kepentingan pelayanan publik yang akurat.
Editor Andi I Sumber MataInvestigasi.com
