PDI Perjuangan Jabar Siapkan 6.611 Relawan Kesehatan, Fokus Kawal Hak Warga Atas Layanan Medis
0 menit baca
SOREANG, iNet99.id - DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar Pelatihan Advokasi Kesehatan di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (8/10/2026). Pelatihan ini menjadi langkah awal penguatan jaringan relawan kesehatan hingga tingkat desa.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, mengatakan masih banyak warga yang mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan, terutama terkait administrasi kependudukan dan kepesertaan BPJS Kesehatan.
"Kerja pemerintah untuk menyehatkan masyarakat masih jauh dari harapan. Karena itu PDI Perjuangan ingin hadir membantu agar hak kesehatan rakyat benar-benar terpenuhi," ujar Ribka.
Ia menyebut, di sejumlah wilayah masih ada warga, termasuk masyarakat adat, yang belum memiliki KTP sehingga kesulitan berobat. Padahal hak atas kesehatan dijamin undang-undang.
Menurut Ribka, relawan tidak hanya membantu urusan administrasi, tetapi juga memberikan edukasi dan advokasi agar pasien mendapat pelayanan sesuai aturan, termasuk pemahaman soal sanksi bagi fasilitas kesehatan yang menolak melayani.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menjelaskan total jaringan relawan kesehatan yang disiapkan mencapai 6.611 orang, terdiri dari 5.957 relawan desa/kelurahan, 627 koordinator kecamatan, dan 27 koordinator kabupaten/kota.
Pelatihan di Soreang merupakan gelombang pertama dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Ono menegaskan, setiap relawan wajib melaporkan hasil pendampingan warga sebagai bahan evaluasi. Relawan yang tidak aktif akan diganti.
"Target kami jelas, ketika ada warga yang belum terlayani kesehatan dengan baik, relawan harus hadir mendampingi agar haknya terpenuhi sesuai undang-undang," kata Ono.
Ia menambahkan, keberadaan relawan juga untuk membantu warga mengakses program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menanggung biaya layanan kesehatan yang tidak dicover BPJS Kesehatan.
Pewarta: Kiki
