Luar Biasa! Kakek 69 Tahun Asal Bandung Gowes Full Tanpa Loading Mobil ke Malang Lewat Jalur Selatan, Begini Kisah Perjuangannya!


Bandung, iNET99.id – Semangat pantang menyerah dan kecintaan terhadap olahraga sepedaan seolah tidak pernah mengenal batasan usia. Sebuah kisah inspiratif dan membanggakan datang dari seorang warga senior asal Kota Bandung yang berhasil menuntaskan perjalanan ekstrem bersepeda jarak jauh hingga ke Kota Malang, Jawa Timur.

Aksi luar biasa ini dilakukan oleh seorang kakek berusia 69 tahun bernama Abah Wordan bersama dengan dua orang rekan seperjuangannya.

Masing-masing rekan yang mendampinginya adalah Ace (55) serta almarhum Rudi (59) yang turut ambil bagian dalam petualangan bersejarah tersebut.

Ekspedisi gowes jarak jauh dari tanah Pasundan menuju tanah Jawa Timur ini dilaksanakan pada sekitar tahun 2021 silam.

Di usia yang tidak lagi muda, Abah Wordan membuktikan bahwa tekad yang kuat mampu mengalahkan rasa lelah demi menaklukkan rute ribuan kilometer.

Hebatnya lagi, perjalanan penuh peluh ini murni dilakukan dengan mengayuh pedal sepeda dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.

Mereka sama sekali tidak menggunakan fasilitas loading atau pengangkutan sepeda menggunakan mobil di sepanjang jalur utama keberangkatan.

"Usia hanyalah angka, yang terpenting adalah niat tulus dan mental baja. Selama kita menikmati setiap ayunan pedal dengan hati yang ikhlas, jarak ratusan kilometer dari Bandung ke Malang akan terasa seperti perjalanan silaturahmi yang penuh berkah," ujar Abah Wordan menggambarkan semangatnya.

Untuk rute perjalanan darat yang dipilih, rombongan pesepeda senior ini memutuskan untuk melintasi jalur selatan Pulau Jawa. Jalur ini dikenal memiliki kontur jalan yang naik-turun, berkelok tajam, serta menyuguhkan tantangan fisik dan mental yang tidak mudah bagi para pesepeda.

Selama menyusuri jalur selatan tersebut, ketiganya tidak membawa perlengkapan mewah atau fasilitas penunjang yang berlebihan.

Mereka hanya berbekal perlengkapan seadanya, mengandalkan ketahanan fisik, serta kekompakan tim yang solid di setiap etape perjalanan.

"Kami berangkat dengan persiapan dan bekal yang benar-benar seadanya, mengandalkan tekad kebersamaan. Yang penting niat kami sampai tujuan dengan selamat dan membawa cerita indah untuk keluarga di rumah," tutur Abah Wordan.

Meski harus menghadapi berbagai rintangan medan jalan yang berat dan melelahkan, rombongan ini berhasil membuktikan konsistensi mereka.

Total waktu yang dihabiskan untuk merampungkan gowes full dari Kota Bandung menuju Kota Malang tersebut memakan waktu selama empat hari perjalanan penuh.

Sesampainya di Kota Malang, rasa lelah seketika terbayar lunas dengan sambutan hangat serta kepuasan batin yang luar biasa.

Pencapaian ini menjadi salah satu momen paling berharga dalam perjalanan hidup Abah Wordan dan rekan-rekannya di komunitas sepeda.

"Bisa menuntaskan gowes sampai ke Malang selama empat hari tanpa naik mobil adalah kebanggaan tersendiri yang tidak bisa dibeli dengan uang. Ini adalah bukti bahwa batas kemampuan fisik bisa dilampaui dengan semangat kebersamaan," kenang Abah Wordan penuh rasa syukur.

Setelah merampungkan misi gowes panjang tersebut, rombongan ini kemudian memutuskan untuk mengakhiri perjalanan fisik mereka di wilayah Jawa Timur.

Untuk perjalanan arus balik kembali ke Kota Bandung, mereka memilih menggunakan moda transportasi umum bus dari Surabaya.

Setibanya kembali di Kota Bandung, kisah ketangguhan Abah Wordan bersama Ace dan almarhum Rudi ini sempat menjadi inspirasi hangat di kalangan sesama pegiat hobi bersepeda.

Aksi fenomenal tersebut sekaligus mengenang semangat almarhum Rudi yang turut berjuang bersama hingga garis akhir hayatnya dalam kecintaan pada dunia gowes.

(pwr/asd)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini