Kemarau Panjang di Majalengka, Warga Rela Antre Air Mulai Pukul 03.00 WIB


MAJALENGKA, iNet99.id – Kemarau panjang membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, semakin kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengering.

Kondisi tersebut membuat warga harus mengatur waktu sejak dini hari agar bisa mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya dialami Teti, warga Dusun Pancurendang Tonggoh, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka. Ia mengaku sudah sekitar dua bulan kesulitan memperoleh air setelah debit mata air yang biasa digunakan warga terus menurun.

Mata air yang berada di belakang musala kini hanya mengeluarkan sedikit air. Warga pun harus mengantre untuk mengambil air, bahkan mereka yang datang terlambat berisiko tidak kebagian.

Teti mengatakan dirinya terpaksa datang sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB agar bisa mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sudah 2 bulan. Biasanya kami mengambil air dari mata air di belakang musala. Sekarang airnya sudah hampir tidak ada, kalaupun ada alirannya kecil sehingga harus antre. Kalau siang biasanya sudah tidak kebagian. Jadi, harus pagi-pagi sudah ke sini,” ujar Teti.Dikutip dari Beritasatu.com.

Kesulitan mendapatkan air bersih tersebut juga mendapat perhatian dari Polres Majalengka. Pada Rabu (30/9/2026), kepolisian menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang terdampak kekeringan.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan distribusi air dilakukan di beberapa wilayah yang mengalami kekurangan air. Penyaluran tidak hanya menyasar Kecamatan Majalengka, tetapi juga sejumlah kecamatan lainnya.

“Untuk hari ini kami melakukan distribusi air bersih tepatnya di delapan titik yang terbagi dua waktu. Pagi hari kami membagikan di empat titik seluruhnya di Kecamatan Majalengka Kota. Kemudian siang harinya ada lagi empat titik, satu di Kecamatan Palasah dan tiga di Kecamatan Majalengka Kota,” kata Aldy.

Menurut Aldy, penyaluran air bersih telah dilakukan secara berkelanjutan selama sekitar satu setengah bulan. Polres Majalengka bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, TNI dan berbagai elemen masyarakat untuk menjangkau warga yang terdampak kekeringan.

Selama periode tersebut, distribusi air bersih telah dilakukan di hampir 50 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Alhamdulillah, selama satu bulan setengah ini kami sudah mendistribusikan hampir kurang lebih 50 lokasi di berbagai kecamatan,” ujarnya.

Aldy menjelaskan bantuan air bersih merupakan langkah penanganan jangka pendek untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama sumber air belum kembali normal.

Selain distribusi air, penanganan jangka menengah dan panjang juga mulai dilakukan. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi yang mengalami kekeringan.

“Untuk jangka pendek, kami melakukan pendistribusian air bersih seperti yang hari ini kami lakukan. Kemudian untuk jangka menengah dan jangka panjang, sudah beberapa titik di beberapa kecamatan kami melakukan pembangunan sumur bor yang insyaallah minggu depan bisa dioperasionalkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Aldy.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang debitnya terus menurun selama musim kemarau. Sementara pembangunan sumur bor masih berlangsung, distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.


(Andi/Editor)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini