Gedung MCC Jadi Saksi: Festival Ekonomi Kreatif 2026 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Majalengka Naik Kelas
Majalengka, iNET99.id — Wakil Bupati Majalengka, Dena M. Ramdhan, secara resmi membuka gelaran Majalengka Creative Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2026 yang bertempat di Gedung Majalengka Creative Center (MCC), Kamis (22/10/2026).
Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini dirancang sebagai panggung utama promosi produk lokal sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif yang berakar pada budaya daerah.
Berdasarkan pantauan iNet99.id di lokasi kegiatan, perhelatan ini turut dihadiri oleh Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Wakil Bupati Dena M. Ramdhan. Hadir pula jajaran kepala OPD serta sejumlah camat dari wilayah Kabupaten Majalengka, di antaranya Camat Majalengka Kota (Aay Kandar Nurdiansyah, S.STP.,), Camat Jatiwangi (Ade Anung IIyaharja, A.Md, LLAJ., S.Sos.,M.Si.,KP), dan Camat Talaga (Agus Heriyanto, S.Kep.,Ners.,M.A.P).
Pada sesi sambutannya, Dena M. Ramdhan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut.
Momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kreatif Nasional, yang sekaligus menjadi wadah bagi para pegiat industri kreatif untuk mengekspresikan potensi dan inovasi terbaik mereka.
Menurut pandangan Dena, Kabupaten Majalengka memiliki aset sumber daya manusia yang melimpah dengan gagasan-gagasan segar yang patut terus difasilitasi.
Kehadiran Gedung MCC diproyeksikan sebagai pusat kolaborasi tempat berkumpulnya generasi muda dan pelaku UMKM guna berdiskusi, belajar, hingga memamerkan karya unggulan.
“Hadirnya kita di Gedung Majalengka Creative Center siang ini membuktikan bahwa Majalengka tidak pernah kekurangan bakat maupun ide-ide inovatif. Tempat ini dilahirkan sebagai rumah bersama agar anak-anak muda memiliki ruang yang layak untuk berkumpul, berdiskusi, belajar, dan menampilkan karya-karya terbaiknya,” ujar Dena.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama Majalengka tidak hanya bersumber dari keindahan bentang alamnya, melainkan pada daya cipta, ketekunan, serta kecerdasan masyarakatnya.
Sebagai bentuk nyata, Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen penuh untuk mengawal pengembangan sektor ekraf dan UMKM melalui kemudahan perizinan, pelatihan kompetensi, serta perluasan jangkauan pasar.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing produk lokal serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Majalengka, H. Baya, menilai bahwa Majalengka Creative Festival merupakan instrumen strategis untuk mengenalkan beragam karya lokal ke cakupan yang lebih luas.
Berbagai potensi dipamerkan dalam ajang ini, mulai dari kuliner khas, produk seni, kriya tanah liat, fesyen, hingga alunan musik tradisional yang merefleksikan kekayaan budaya setempat.
“Kami sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan seperti ini terus berjalan. Ini menjadi spirit bagi teman-teman penggerak UMKM. Penggerak utama ekonomi itu adalah UMKM. Ekonomi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik karena adanya para pelaku UMKM,” ungkap H. Baya.
H.Baya menambahkan bahwa fokus Ekraf Majalengka adalah menggali potensi kedaerahan yang berlandaskan kearifan lokal agar bernilai tambah tinggi serta menciptakan kemandirian bagi para pelaku usaha.
Sinergi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Pemkab Majalengka juga dipandang krusial dalam memperkuat pembinaan, termasuk melalui program penunjang permodalan seperti Gasik yang siap membantu ekspansi skala bisnis pelaku usaha.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah. Ia menyambut baik penyelenggaraan festival ini sebagai sarana efektif bagi perajin dan pelaku UMKM untuk unjuk gigi, mendongkrak kualitas produk, sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Kerajinan berbasis kearifan lokal dinilai harus terus digali agar bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Penguatan kolaborasi lintas sektoral—meliputi pemerintah daerah, Dekranasda, komite ekraf, hingga para pelaku usaha—menjadi kunci utama dalam meningkatkan inovasi desain, standar kualitas, serta strategi promosi komoditas unggulan.
"Melalui festival ini, produk kerajinan dan karya kreatif Majalengka diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih besar," ujar Istri Bupati Majalengka.
Lebih lanjut, para perajin dan pelaku usaha lokal diimbau untuk memaksimalkan momen ini sebagai ajang memperluas jejaring profesional, bertukar wawasan, serta terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas budaya lokal di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Majalengka Creative Festival 2026 ini disambut dengan antusiasme tinggi. Melalui sinergi erat antara pemda, Dekranasda, dan komunitas kreatif, sektor ekonomi kreatif diharapkan konsisten menjadi motor penggerak utama kemajuan perekonomian Kabupaten Majalengka.
Pewarta: Yudhistira
editor: Andi



