Detik-detik Rumah di Bantaran Sungai Cipelang Sukabumi Ambruk Diterjang Arus

Rumah di bantaran Sungai Cipelang, Kota Sukabumi, ambruk akibat fondasinya terkikis aliran sungai, Foto : Liputan6.com

Sukabumi, iNet99.id - Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan pemukiman warga yang terletak di bantaran Sungai Cipelang. Tepatnya di Jalan Merbabu RT 01/RW 04, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, sebuah rumah dilaporkan ambruk secara tiba-tiba.

Bencana rusaknya bangunan tersebut diakibatkan oleh derasnya aliran air sungai yang terus-menerus mengikis struktur tanah. Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat dini hari, tepatnya menjelang pergantian hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, memberikan penjelasan resmi terkait insiden ambruknya bangunan tersebut kepada awak media.

"Longsor diakibatkan adanya pengikisan pada fondasi bangunan yang berdiri tepat di bantaran Sungai Cipelang," ujar Yoseph, Sabtu (31/10/2026). Dilansir dari Liputan6.com.

Selain merusak bangunan rumah, material sisa longsoran juga memberikan dampak langsung terhadap kondisi lingkungan sekitar. Aliran Sungai Cipelang sempat terganggu akibat tertutup material bangunan yang runtuh.

Menurut Yoseph, material bangunan ini tidak hanya merusak struktur utama rumah, tetapi juga memicu hambatan aliran air sungai. "Luasan terdampak memiliki panjang 12 meter, tinggi 12 meter, dan lebar 5 meter. Material bangunan ini menutupi sebagian aliran Sungai Cipelang," katanya.

Kendati kerusakan bangunan tergolong parah dan berdampak pada aliran sungai, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Pemilik rumah yang diketahui bernama Tatang sudah melakukan langkah antisipasi jauh-jauh hari sebelumnya.

Bangunan tersebut ternyata telah dikosongkan oleh pemiliknya sekitar satu bulan sebelum kejadian karena kondisi fisik rumah yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah berupa retakan.

"Karena rumah tersebut sudah mengalami keretakan, dalam waktu sebulan ke belakang rumah itu sudah dikosongkan dan tidak dihuni," ungkap Yoseph.

Menindaklanjuti bencana alam ini, pihak BPBD langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan aparatur kewilayahan setempat guna mendata status lahan serta merumuskan langkah penanganan material longsoran di lokasi kejadian.

"Menurut info ketua RW, rumah dan tanah tersebut tidak memiliki sertifikat. Untuk penanganan di lokasi akan dilakukan hari Sabtu, 31 Oktober besok," terang Yoseph.

(edtr/asd)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini

Berita Terkini Indonesia Hari Ini
PASANG
IKLAN ANDA
DI SINI

Jangkau lebih banyak pembaca, tingkatkan brand Anda!

Hubungi Kami › NEWS
Berita Terkini Indonesia Hari Ini
PASANG
IKLAN ANDA
DI SINI

Jangkau lebih banyak pembaca, tingkatkan brand Anda!

Hubungi Kami › NEWS