Bakar Sampah Berujung Kebakaran, Kebun Bambu 1 Hektare di Leuwimunding Majalengka Ludes
0 menit baca
![]() |
| Petugas dan warga berusaha memadamkan api, Poto: zonakabar.com |
MAJALENGKA, iNet99.id – Niat hati membersihkan pekarangan dengan membakar sampah, seorang warga di Kabupaten Majalengka justru memicu kebakaran yang meluas. Kebun bambu seluas kurang lebih 1 hektare di Desa Tanjungsari, Kecamatan Leuwimunding, ludes dilalap si jago merah pada Rabu (7/10/2026) sore.
Insiden kebakaran tersebut pertama kali diketahui warga setempat bernama Eman sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Eman melihat kobaran api membakar tumpukan sampah di sekitar area kebun bambu.
Namun, kondisi angin yang cukup kencang ditambah banyaknya serasah atau daun bambu kering membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke area sekitarnya.
“Awalnya ada warga yang bakar sampah. Karena angin cukup kencang dan banyak daun bambu kering, api langsung merambat cepat dan membesar,” ujar Babinsa Koramil 1710/Leuwimunding, Serda Irwan.
Kobaran api yang semakin meluas terjadi di area Blok Cisumur, RT 02/RW 03, Desa Tanjungsari. Melihat kondisi tersebut, Eman bersama warga kemudian segera melaporkan kejadian kepada perangkat Desa Tanjungsari, Koramil, dan Polsek Leuwimunding.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan personel gabungan ke lokasi kebakaran. Anggota Koramil 1710/Leuwimunding, Polsek Leuwimunding, Praja Binmas, perangkat desa serta warga sekitar bersama-sama melakukan upaya pemadaman.
Petugas dan masyarakat harus berjibaku menghadapi kobaran api serta kepulan asap pekat yang menyelimuti kawasan kebun bambu. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api dengan cepat menjalar di antara tumpukan daun dan serasah bambu yang kering.
Setelah hampir tiga jam dilakukan upaya pemadaman, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kebakaran juga tidak sampai menimbulkan kerugian berupa bangunan yang terbakar di sekitar lokasi.
Meski demikian, dampak kebakaran cukup luas. Area kebun bambu seluas kurang lebih 1 hektare dilaporkan hangus akibat dilalap api.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas pembakaran sampah, terutama di area yang memiliki banyak material mudah terbakar seperti daun dan serasah bambu.
Kondisi angin kencang juga dapat membuat api yang awalnya kecil berkembang dan merambat dengan cepat ke area sekitarnya. Karena itu, aktivitas pembakaran sampah perlu dilakukan dengan sangat memperhatikan kondisi lingkungan dan faktor keselamatan.
Petugas gabungan pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terlebih ketika kondisi cuaca kering dan angin cukup kencang.
Kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Sebab, api yang berasal dari pembakaran sampah dan semula dianggap kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran yang meluas apabila tidak diawasi dengan baik.
Kebakaran kebun bambu di Desa Tanjungsari, Kecamatan Leuwimunding, tersebut akhirnya dapat ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, sekitar 1 hektare area kebun bambu harus hangus terbakar akibat api yang merambat dengan cepat.
Editor: Andi
Artikel ini bersumber dari pemberitaan media Zonakabar.com dan telah disunting secara redaksional oleh iNet99.id tanpa mengubah substansi informasi serta kutipan narasumber.
