Jangan Disepelekan, Buah Ini Ternyata Kaya Serat: Baik untuk Pencernaan dan Mudah Ditemukan
![]() |
| Dapatkan informasi terbaru klik DISINI |
iNet99.id — Bentuknya sederhana dan harganya relatif mudah dijangkau. Namun, siapa sangka buah yang satu ini menyimpan kandungan serat yang cukup menarik dan dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Buah tersebut adalah jambu biji. Buah dengan daging berwarna putih atau merah muda ini cukup populer di Indonesia dan dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman.
Yang menarik, data komposisi pangan yang bersumber dari USDA FoodData Central menunjukkan bahwa 100 gram jambu biji mentah mengandung sekitar 5,4 gram serat pangan. Dalam jumlah yang sama, jambu biji juga mengandung sekitar 68 kalori dan 417 miligram kalium.
Kenapa serat penting bagi pencernaan?
Serat merupakan bagian dari makanan nabati yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh. Keberadaannya memiliki peran penting dalam sistem pencernaan, termasuk membantu menambah massa pada tinja dan mendukung keteraturan buang air besar.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa mencukupi kebutuhan serat dapat membantu mencegah dan menangani sembelit. Untuk orang dewasa, kebutuhan serat umumnya berada di kisaran 22–34 gram per hari, tergantung usia dan jenis kelamin.
Artinya, jambu biji dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan serat tersebut. Namun, bukan berarti mengonsumsi jambu biji saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.
Ada serat larut dan tidak larut
Serat secara umum dapat dibedakan menjadi serat larut dan tidak larut. Keduanya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dalam tubuh.
NIH menjelaskan bahwa serat larut dapat bercampur dengan air dan memperlambat proses pencernaan. Sementara itu, serat tidak larut dapat membantu menambah massa sehingga makanan dan sisa pencernaan lebih mudah bergerak melalui saluran cerna.
Karena itu, mendapatkan serat dari berbagai jenis makanan tetap penting. Buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian dapat memberikan jenis serat serta nutrisi yang berbeda.
Jangan lupa minum air
Ada satu hal yang sering luput ketika seseorang mulai memperbanyak konsumsi makanan berserat.
Air tetap penting.
NIDDK menyarankan konsumsi cairan yang cukup karena cairan dapat membantu serat bekerja dengan lebih baik dan membantu membuat tinja lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Sebaliknya, peningkatan konsumsi serat secara tiba-tiba juga dapat membuat sebagian orang mengalami gas, kembung atau kram perut. Karena itu, peningkatan asupan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Bukan cuma soal pencernaan
Jambu biji tidak hanya menarik karena kandungan seratnya. Buah ini juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral.
Data komposisi pangan yang bersumber dari USDA menunjukkan bahwa jambu biji termasuk sumber vitamin C. Kandungan vitamin C dalam 100 gram jambu biji mentah tercatat sekitar 228 miligram pada data yang tersedia.
Meski demikian, kandungan zat gizi dalam makanan bukan berarti otomatis membuat makanan tersebut menjadi obat. Pola makan secara keseluruhan tetap lebih penting dibanding mengandalkan satu jenis buah.
Lebih baik dimakan utuh?
Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan serat dari buah, mengonsumsi buah dalam bentuk utuh menjadi pilihan yang menarik dibanding hanya mengambil sarinya.
Ketika buah diolah menjadi minuman dan disaring, sebagian komponen serat dapat ikut berkurang. Karena itu, buah utuh dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan serat sekaligus berbagai nutrisi lainnya.
Jambu biji juga dapat dikonsumsi sebagai camilan, ditambahkan ke dalam menu sarapan, atau dipadukan dengan buah lainnya.
Jadi, berapa banyak yang harus dimakan?
Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua orang. Kebutuhan serat seseorang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan.
Yang jelas, jambu biji dapat menjadi salah satu pilihan untuk menambah asupan serat. Dengan kandungan sekitar 5,4 gram serat per 100 gram, buah ini cukup menarik untuk dimasukkan dalam variasi menu harian.
Namun, jika seseorang mengalami sembelit yang berlangsung lama, nyeri perut berat, darah pada tinja atau perubahan pola buang air besar yang menetap, jangan hanya mengandalkan perubahan makanan. Kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Kesimpulannya, jambu biji memang bukan sekadar buah yang enak dan mudah ditemukan. Kandungan seratnya membuat buah ini layak diperhitungkan sebagai salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan.
Tetapi kuncinya tetap sama: makan beragam makanan bergizi, cukup serat, cukup minum dan jangan bergantung pada satu jenis buah untuk mendapatkan semua manfaat kesehatan. (an)***
