HARI TANI NASIONAL 2026, SAEFUL BACHRI DORONG KEBIJAKAN PERTANIAN YANG BERPIHAK PADA KESEJAHTERAAN PETANI


BANDUNG, iNet99.id – Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September dinilai tidak boleh hanya menjadi momentum seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi refleksi terhadap kondisi petani sekaligus momentum untuk memperkuat kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku utama sektor pertanian.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Saeful Bachri, dalam momentum Hari Tani Nasional 2026.


Menurut Saeful, pembicaraan mengenai ketahanan dan kedaulatan pangan harus berjalan beriringan dengan upaya memastikan kesejahteraan petani. Sebab, petani merupakan aktor utama yang menentukan keberlanjutan produksi pangan.

“Ketika kita terus berbicara tentang ketahanan dan kedaulatan pangan, apakah petani sebagai pelaku utamanya sudah benar-benar sejahtera?” ujar Saeful.

Ia mengatakan, Hari Tani Nasional memiliki akar sejarah yang kuat. Tanggal 24 September berkaitan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria Tahun 1960 dan kemudian ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963.

Semangat tersebut, kata dia, pada dasarnya berkaitan dengan keadilan agraria dan peningkatan kesejahteraan rakyat tani.

Karena itu, Saeful menilai pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Keberhasilan pembangunan pertanian juga harus diukur dari sejauh mana pendapatan dan kesejahteraan petani mengalami peningkatan.

“Petani membutuhkan kepastian. Kepastian mendapatkan pupuk dan benih yang berkualitas, ketersediaan air dan irigasi, perlindungan lahan pertanian, akses pembiayaan yang mudah, teknologi dan mekanisasi, serta yang paling penting adalah kepastian pasar dan harga yang memberikan keuntungan layak kepada petani,” katanya.

Saeful mengingatkan, peningkatan produksi harus diikuti dengan kepastian pasar. Jangan sampai petani didorong untuk meningkatkan produksi, namun ketika masa panen tiba justru menghadapi penurunan harga.

Di sisi lain, biaya produksi seperti pupuk, benih, tenaga kerja dan berbagai sarana pertanian terus meningkat, sementara posisi tawar petani dalam rantai perdagangan masih menghadapi berbagai tantangan.

“Jangan sampai petani diminta terus meningkatkan produksi, tetapi ketika panen tiba justru menghadapi harga yang jatuh,” tegasnya.

TANTANGAN PERTANIAN JAWA BARAT

Menurut Saeful, pembangunan pertanian di Jawa Barat juga menghadapi sejumlah persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius, mulai dari regenerasi petani, alih fungsi lahan, perubahan iklim hingga meningkatnya risiko usaha tani.

Karena itu, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat perlu membangun kebijakan pertanian yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

“Kita tidak cukup hanya membantu bagaimana petani menanam. Pemerintah juga harus hadir dalam pascapanen, pengolahan, distribusi, akses pasar, hilirisasi, dan peningkatan nilai tambah produk pertanian,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan kelembagaan petani melalui koperasi, BUMDes maupun UMKM pangan. Menurutnya, penguatan kelembagaan tersebut penting agar nilai tambah dari produk pertanian dapat lebih banyak dinikmati petani dan masyarakat di wilayah produksi.

“Pembangunan pertanian Jawa Barat harus semakin diarahkan kepada penguatan kelembagaan petani, koperasi, BUMDes dan UMKM pangan, sehingga sebagian besar nilai tambah produk pertanian dapat dinikmati oleh petani dan masyarakat di wilayah produksi,” kata Saeful.

Saeful menambahkan, momentum Hari Tani Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa keberadaan petani memiliki kaitan langsung dengan masa depan ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

“Menjaga petani berarti menjaga masa depan pangan kita. Menjaga lahan pertanian berarti menjaga masa depan generasi kita. Dan meningkatkan kesejahteraan petani berarti memperkuat ekonomi Jawa Barat dari desa,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan ucapan Selamat Hari Tani Nasional 2026 yang diperingati pada 24 September.

“Petani kuat, pangan berdaulat, desa sejahtera, Jawa Barat maju,” pungkas Saeful Bachri.

Pewarta: Kiki

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini