Harga Pangan Cimahi Naik! Cek Daftar Komoditas yang Melonjak di inet99.id
0 menit baca
Cimahi, iNet99.id - Pergerakan harga bahan pangan di pasaran kembali menjadi perhatian serius bagi masyarakat di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, baru-baru ini.
Pemantauan harga bahan pokok terbaru ini dilakukan secara langsung oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi bersama tim tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan monitoring harga pangan tersebut dilaksanakan secara intensif di sejumlah titik strategis perdagangan, mulai dari Pasar Cimindi, Pasar Atas, hingga pusat perbelanjaan modern Transmart Cimahi.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan, beberapa komoditas pokok tercatat mengalami kenaikan harga, meski secara umum situasinya dinilai masih berada dalam batas yang terkendali.
Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Tita Mariam, mengungkapkan secara rinci bahwa kenaikan harga terjadi pada komoditas daging ayam ras yang kini berada di kisaran angka Rp42.000 hingga Rp44.000 per kilogram.
Selain daging ayam, harga telur ayam ras di pasaran juga dilaporkan mengalami kenaikan penyesuaian menjadi sekitar Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
“Lonjakan paling terasa terjadi pada cabai rawit merah yang menyentuh angka Rp80.000 per kg, serta buncis yang harganya naik dua kali lipat menjadi Rp30.000 per kg,” ujar Tita, Senin (7/9/2026).
Tidak hanya itu, komoditas pelengkap seperti harga jagung manis di wilayah Kota Cimahi juga tercatat telah mencapai angka Rp20.000 per kilogram.
Lonjakan harga bahan pangan yang paling mencolok dan menjadi sorotan utama di pasaran terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang kini menyentuh harga tinggi hingga Rp80.000 per kilogram.
Tak hanya cabai, kenaikan harga yang cukup tajam juga dialami oleh komoditas buncis, di mana harganya melambung hingga dua kali lipat dan kini berada di kisaran angka Rp30.000 per kilogram.
"Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, Dispangtan Kota Cimahi memastikan kondisi harga pangan secara keseluruhan masih dalam pengawasan. Pemerintah terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat," tandas Tita.
Menanggapi fluktuasi harga ini, Tita Mariam menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga, sementara Dispangtan Kota Cimahi memastikan pengawasan terus berjalan untuk melindungi daya beli masyarakat. (and*)
