Liga RW Cup 2026 Bukan Sekadar Sepak Bola, Warga Disatukan Lewat Lapangan Kampung
Bandung INET99.ID — Lapangan kampung kembali menjadi ruang pertemuan warga. Bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi tempat membangun silaturahmi, menjaga kerukunan dan memberi hiburan bagi masyarakat.
Semangat itu terlihat dalam pelaksanaan Liga RW Cup 2026 yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, panitia membuat perubahan dengan menggunakan sistem kepesertaan antar-RT.
Iman Rahmat Irfan, salah seorang tokoh warga yang turut memberikan gambaran mengenai kegiatan tersebut, mengatakan Liga RW Cup tahun ini diikuti tujuh tim dari masing-masing RT, ditambah satu tim gabungan yang terdiri dari Linmas, DKM dan Seksi Rohani. Total ada delapan tim yang berlaga pada kategori U-30.
Pertandingan dibagi menjadi dua grup. Masing-masing grup berisi empat tim, sementara dua tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak semifinal. Kompetisi berlangsung mulai 7 hingga 23 Agustus 2026.
Menurut Iman, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari siapa yang menjadi juara. Ada nilai yang ingin dibangun melalui pertandingan, terutama sportivitas dan hubungan antarwarga.
“Harapannya masyarakat terhibur dan tali persaudaraan semakin erat,” ujar Iman.
Dukungan warga terhadap tim yang bertanding juga disebut sangat antusias. Bahkan, keberadaan pertandingan turut memberikan dampak bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi karena warga yang datang menonton ikut menggerakkan aktivitas ekonomi.
Menariknya, Liga RW Cup juga menghadirkan cerita khas pertandingan sepak bola kampung. Iman mengungkapkan, pernah ada seekor domba yang tiba-tiba masuk ke lapangan ketika pertandingan berlangsung. Ada pula warga yang sehari-hari menjadi imam salat di masjid jami, tetapi kali ini justru tampil sebagai defender di lapangan.
Bagi Iman, suasana seperti itu menjadi bagian dari kekuatan kegiatan olahraga di lingkungan warga. Sepak bola mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana yang lebih cair, sekaligus membuka ruang komunikasi antarwarga.
Ia berharap para pemuda dapat menjauhi kegiatan yang tidak produktif dan berani bekerja keras. Sementara untuk lingkungan RW, ia berharap warga tetap guyub dan rukun serta bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai hal yang dapat merugikan masyarakat.
Liga RW Cup tahun ini dibiayai melalui urunan para donatur dari masing-masing RT. Panitia juga menghadapi kendala berupa kondisi venue yang dinilai masih kurang standar. Namun, keterbatasan tersebut tidak mengurangi antusiasme warga untuk mengikuti dan menyaksikan pertandingan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya berhenti pada sepak bola. Cabang bulutangkis dan bola voli disebut berpeluang dikembangkan sehingga semangat olahraga sekaligus kebersamaan warga dapat terus berjalan setelah Liga RW Cup 2026 berakhir.*(Hendra)

