Ditemukan Terlantar di Jalan, Perjalanan Pemulihan Pria Asal Nyengseret Ini Belum Berakhir
Bandung INET99.ID - Perjalanan pemulihan seorang pria asal Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, masih belum berakhir. Setelah ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di salah satu ruas jalan di Kota Bandung, hingga kini ia masih menjalani perawatan dan pendampingan.
Peristiwa itu bermula saat seorang relawan, Ibu Mulyati, menemukan pria tersebut dalam keadaan kebingungan. Melihat kondisinya yang terus menurun, relawan segera membawanya ke rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan medis.
"Saat saya menemukan korban, kondisinya sangat memprihatinkan. Kami langsung membawanya ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan," ujar Ibu Mulyati, Kamis (6/8/2026).
Penanganan awal korban kemudian mendapat dukungan dari BAZNAS Kota Bandung dan jajaran Pemuda Pancasila Kota Bandung melalui Kang Jovan. Bantuan tersebut membantu proses penanganan hingga korban memperoleh pelayanan kesehatan.
Di waktu yang sama, relawan juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Nyengseret dan Kecamatan Astanaanyar untuk memastikan identitas korban. Setelah identitasnya diketahui, pemerintah setempat turut menerbitkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) guna membantu proses administrasi pengobatan.
Meski telah mendapatkan penanganan medis, perjuangan korban belum selesai. Berdasarkan keterangan relawan, komunikasi dengan pihak keluarga telah dilakukan. Namun hingga kini, korban masih berada dalam pendampingan relawan karena proses penanganan bersama keluarga masih terus diupayakan.
![]() |
| Relawan Ibu Mulyati mendampingi korban dalam proses pemulihan. |
Selama mendampingi korban, relawan tidak berjalan sendiri. Kepedulian datang dari berbagai pihak. Sejumlah warga ikut membantu sesuai kemampuan, termasuk seorang pelaku usaha martabak bernama Yosep yang, menurut relawan, hampir setiap hari menyediakan makanan bagi korban sebagai bentuk kepedulian.
Hingga berita ini ditulis, korban masih menjalani proses pemulihan. Di tengah segala keterbatasan, relawan tetap berupaya mendampingi korban sembari berharap proses komunikasi dengan keluarga dapat menemukan jalan terbaik. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat, dan terkadang hadir dari orang-orang yang bahkan tidak memiliki hubungan darah.*

