Hari Buruh 2026: Suara Buruh Masih Perlu Didengar, Tak Cukup Sekadar Apresiasi
0 menit baca
Majalengka, iNet99.id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 kembali menjadi momentum refleksi terhadap nasib para pekerja. Meski sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi, kesejahteraan buruh dinilai masih belum sepenuhnya merata.
Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, sebelumnya menegaskan bahwa buruh memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya berbagai tantangan yang dihadapi para pekerja.
Sejumlah buruh mengaku bahwa upah yang diterima belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan hidup yang terus meningkat. Selain itu, kepastian kerja dan perlindungan tenaga kerja juga masih menjadi perhatian utama.
Peringatan May Day pun tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah untuk menyuarakan aspirasi. Para pekerja berharap adanya langkah konkret dari pemerintah dan pemangku kebijakan agar kesejahteraan mereka benar-benar meningkat.
Dalam konteks ini, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja menjadi hal yang sangat penting. Tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya buruh.
May Day 2026 diharapkan tidak berhenti pada pernyataan dan simbol semata, melainkan menjadi titik awal perubahan nyata bagi kehidupan para pekerja di daerah.
Pendapat H. Iing
H. Iing Misbahuddin, menyampaikan bahwa buruh merupakan elemen utama dalam menggerakkan roda ekonomi. Ia menilai, di tangan para pekerja, visi pembangunan dan kemajuan daerah dapat terwujud secara nyata.
“Buruh merupakan tulang punggung penggerak roda ekonomi bangsa. Di tangan merekalah, visi pembangunan dan kemajuan daerah menjadi nyata,” ujarnya saat dikonfirmasi media inet99.id
Ia juga menekankan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan terletak pada sinergi yang harmonis antara pemerintah, pelaku industri, dan para pekerja.
“Saya meyakini bahwa kunci pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Majalengka terletak pada sinergi yang harmonis antara pemerintah, pelaku industri, dan para pekerja,” katanya.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada angka semata. Lebih dari itu, setiap hasil pembangunan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan buruh.
“Kita tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa setiap keringat yang tertuang berbuah pada kesejahteraan yang layak,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan May Day sebagai momentum memperkuat persatuan.
“Mari kita jadikan momentum May Day ini untuk mempererat persatuan. Maju industrinya, sejahtera pekerjanya,” tutupnya.
Pewarta •Yudhistira
Media iNet99.id
