Training One Minute Awareness Digelar di MAN Kota Banjar, H. Ahmad Fikri: Bangun Kesadaran Generasi Muda
0 menit baca
Banjar, iNet99.id – Kegiatan Training One Minute Awareness akan digelar di Aula MAN Kota Banjar pada Jumat, 10 April 2026. Acara ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran diri dan penguatan karakter generasi muda di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini akan menghadirkan motivator nasional Coach Naqoy sebagai narasumber utama, dengan konsep pelatihan yang menitikberatkan pada kesadaran diri dalam waktu singkat namun berdampak besar. Mengusung tema “Satu Menit yang Mengubah Nasib”, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman reflektif bagi para peserta.
One Minute Awareness merupakan metode sederhana yang mengajak individu untuk berhenti sejenak, mengatur napas, serta memusatkan perhatian pada kondisi diri. Dalam praktiknya, metode ini dinilai efektif untuk membantu mengelola emosi, meningkatkan fokus, serta menciptakan ketenangan dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi kurikulum berbasis cinta yang tengah dikembangkan di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di Kota Banjar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE., MM, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter siswa.
"Kegiatan ini sangat positif dalam membangun kesadaran diri peserta didik. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, penting bagi generasi muda untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri, menjaga ketenangan, serta memahami arah hidupnya." Ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menyentuh dimensi mental dan spiritual.
"Melalui Training One Minute Awareness ini, kami berharap para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran diri yang kuat, berakhlak baik, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan bijak," lanjutnya.
Selain sesi utama, kegiatan ini juga akan diisi dengan praktik langsung serta refleksi bersama yang memungkinkan peserta merasakan manfaat secara nyata. Panitia berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dan menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme terhadap kegiatan ini pun cukup tinggi, mengingat pendekatan yang digunakan berbeda dari pelatihan konvensional. Dengan konsep yang sederhana namun menyentuh aspek emosional dan spiritual, One Minute Awareness diyakini mampu memberikan perubahan positif bagi para peserta.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kesadaran diri yang tinggi serta karakter yang kuat.
Editor •Andi
Media iNet99.id
