Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Duka dan Amarah: Gugurnya Prajurit TNI Picu Seruan Keras Evaluasi Diplomasi RI
0 menit baca
INET99.ID — Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi sorotan luas, tak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Insiden tersebut memicu reaksi keras dari jurnalis sekaligus aktivis kemanusiaan, Muhammad Husein.
Melalui pernyataan yang disampaikan lewat akun media sosial pribadinya, Husein mempertanyakan sikap dan arah kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjamin keamanan Israel dalam upaya perdamaian Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Husein menilai peristiwa gugurnya prajurit TNI bukan sekadar tragedi biasa, melainkan bentuk ketidakadilan yang mencederai rasa kemanusiaan. Ia juga menyoroti minimnya respons dari pihak Israel atas insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian tersebut.
Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) diketahui adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Menurut Husein, kejadian ini mencerminkan situasi yang lebih luas terkait konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Israel. Ia menilai bahwa perlindungan terhadap pasukan perdamaian internasional seharusnya menjadi prioritas, namun realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.
Lebih jauh, Husein mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan luar negeri. Ia mengusulkan sejumlah langkah tegas, mulai dari peninjauan hubungan dengan negara-negara yang dinilai terlibat dalam konflik, hingga pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi terkait dengan kepentingan Israel di dalam negeri.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seruan tersebut bukanlah bentuk sikap ekstrem, melainkan dorongan agar Indonesia menunjukkan posisi yang lebih tegas sebagai negara berdaulat dalam menjaga kehormatan dan keselamatan warganya, termasuk prajurit yang bertugas di misi internasional.
Peristiwa ini pun kembali membuka diskursus publik mengenai peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus menguji konsistensi prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi landasan diplomasi Indonesia.
Di tengah duka yang menyelimuti, berbagai pihak berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis dan terukur demi memastikan perlindungan maksimal bagi prajurit Indonesia yang bertugas di luar negeri, serta menjaga martabat bangsa di kancah global.
Editor •Suryana

