Taring Guncang Jepang Lewat Tur “Taring Nippon Onslaught 2026”, Bukti Band Bandung Tembus Panggung Internasional
0 menit baca
![]() |
| Band asal kota kembang Bandung TARING menggema di Tokyo, Poto ist |
BANDUNG, iNet99.id – Band hardcore asal Bandung, Taring, kembali mengukir prestasi di kancah internasional melalui tur bertajuk “Taring Nippon Onslaught 2026.” Dalam rangkaian tur tersebut, Taring sukses mengguncang sejumlah panggung di Jepang, tepatnya di Tokyo dan Nagoya, dengan penampilan penuh energi yang memukau penonton lintas negara.
Tur ini menjadi bukti nyata bahwa musik keras asal Indonesia mampu menembus batas geografis dan budaya. Dengan karakter musik yang agresif dan autentik, Taring berhasil menarik perhatian skena hardcore Jepang yang dikenal memiliki basis penggemar solid.
Rangkaian tur dimulai pada 17–18 April 2026 di Festival Gekiko yang digelar di Wildside Tokyo. Selanjutnya, Taring melanjutkan penampilan pada 19 April 2026 di Studio 246 Nagoya dalam acara “The Resistance Lives On Vol.1”. Tur tersebut kemudian ditutup pada 22 April 2026 di Pit Bar Tokyo dengan sambutan meriah dari para penonton.
Dalam setiap penampilannya, Taring membawakan sekitar 11 lagu andalan, sebagian besar berasal dari album terbaru mereka, Megatruh. Dengan konsep pertunjukan yang intens dan penuh ledakan energi, band ini sukses menciptakan atmosfer khas konser hardcore, mulai dari moshing, headbang, wall of death hingga slam dancing yang berlangsung tanpa henti.
Menariknya, meskipun mayoritas lagu dibawakan dalam Bahasa Indonesia, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi penonton Jepang. Energi musik yang kuat justru mampu menyatukan audiens dari berbagai latar belakang.
Salah satu motor penggerak Taring, Hardi Rosady, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme penonton selama tur berlangsung.
“Animo penonton Jepang luar biasa. Lirik kami memang banyak menggunakan Bahasa Indonesia, tapi ini membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/4/2026).
Selain tampil, Taring juga menjalin kolaborasi dengan musisi Jepang, di antaranya Tomoki Nakagawa dari band grindcore Kandarivas serta Richie dalam penampilan di Nagoya. Kolaborasi ini semakin memperkuat posisi Taring di jaringan musik internasional.
Tur ini juga menjadi kunjungan kedua Taring ke Jepang setelah sebelumnya tampil pada 2019. Dalam tur kali ini, mereka turut membawakan lagu “Akselerasi Maksimum” milik band Seringai sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Ricky Siahaan.
Pada penampilan di Pit Bar Tokyo, Taring tampil bersama band pembuka asal Jepang seperti Skeleton Bones dan Blood Prophecy yang turut memanaskan suasana konser.
Drummer Taring, Ujang Rahmat alias Gebeg, menyebut bahwa tur ini bukan hanya soal tampil di luar negeri, tetapi juga memperluas relasi antar musisi.
“Kekuatan pertemanan sesama musisi internasional sangat terasa. Dari tur sebelumnya hingga sekarang, jaringan kami semakin luas, terutama di Jepang dan Eropa,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kemandirian menjadi faktor penting dalam menjalani tur internasional. Selain manggung, mereka juga menjual merchandise untuk menunjang kebutuhan selama tur berlangsung.
“Kami benar-benar mandiri. Selain tampil, kami juga jual merchandise untuk bertahan selama tur,” tambahnya.
Antusiasme juga datang dari diaspora Indonesia di Jepang. Salah satunya Pepi, warga Indonesia yang telah menetap lebih dari 15 tahun di Jepang, mengaku bangga melihat Taring tampil membawa nama Indonesia.
“Keren dan membanggakan. Mereka tidak hanya tampil, tapi benar-benar menunjukkan karakter kuat musik Indonesia di panggung internasional,” ujarnya.
Tur “Taring Nippon Onslaught 2026” sendiri digagas oleh Stevie Item bersama Tomoki Nakagawa, serta turut menghadirkan band Indonesia lainnya seperti Insanity dan Seringai.
Keberhasilan tur ini menjadi bukti bahwa band Indonesia, khususnya dari Bandung, memiliki potensi besar untuk bersaing di level global. Taring tidak hanya tampil sebagai musisi, tetapi juga sebagai representasi identitas musik Indonesia yang kuat, berani, dan mendunia.
Editor •Andi
Media inet99.id
Sumber VOI
