Malam Kedua Ramadan, Suasana Alun-Alun Bandung Mulai Ramai namun Belum Memuncak
0 menit baca
Bandung, iNet99.id – Memasuki malam kedua Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Alun-Alun Bandung mulai dipadati warga yang ingin menikmati suasana malam. Meski belum terlalu membludak, kawasan ruang terbuka hijau dan sekitar masjid tetap dipenuhi pengunjung yang datang bersama keluarga maupun teman untuk bersantai usai berbuka puasa dan salat tarawih.
Sejumlah pedagang kaki lima tampak berjejer sejak sore hari. Aneka jajanan seperti cilok, seblak, martabak mini, hingga baso cuanki menjadi incaran pengunjung. Lampu taman yang menyala dan aktivitas warga yang duduk di hamparan rumput sintetis menghadirkan nuansa Ramadan yang hangat di jantung Kota Bandung.
Salah satu pedagang baso cuanki, Bang Jono (38), mengaku penjualannya mulai meningkat dibanding hari biasa. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut belum bisa dibandingkan dengan suasana menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Alhamdulillah ada kenaikan, tapi belum seramai malam lebaran. Biasanya kalau sudah takbiran, pembeli bisa dua sampai tiga kali lipat. Sekarang masih tahap awal Ramadan,” ujarnya.
Bang Jono yang mengaku berasal dari Medan juga menyampaikan hal yang menurutnya cukup berbeda dari kebiasaan. Ia menjelaskan bahwa pedagang cuanki di Bandung umumnya berasal dari daerah Garut Jawa barat.
“Biasanya yang jualan cuanki itu orang Garut, khususnya Sunda. Saya ini dari Medan, jadi mungkin agak beda. Malah sekarang justru jarang kelihatan pedagang cuanki dari luar daerah,” katanya sambil tersenyum.
Menurutnya, keberagaman pedagang justru menjadi warna tersendiri di kawasan alun-alun. Ia berharap menjelang akhir Ramadan jumlah pengunjung terus meningkat sehingga para pedagang bisa merasakan dampak ekonomi yang lebih signifikan.
Sementara itu, Kang Asep (35), pengunjung yang sengaja datang dari Garut, mengaku ingin menikmati suasana Ramadan di pusat kota.
“Saya sengaja main ke Bandung, ingin merasakan suasana malam Ramadan di alun-alun. Masih cukup nyaman karena belum terlalu padat,” ucapnya.
Kang Asep menilai suasana yang belum terlalu ramai justru membuat pengunjung lebih leluasa menikmati waktu bersama keluarga atau teman. Ia pun berencana kembali lagi menjelang akhir Ramadan untuk merasakan kemeriahan yang biasanya memuncak.
Secara keseluruhan, malam kedua Ramadan di Alun-Alun Bandung menunjukkan geliat aktivitas warga yang mulai meningkat. Meski belum mencapai puncak keramaian, suasana religius dan semangat kebersamaan sudah mulai terasa di ruang publik kebanggaan warga Kota Kembang tersebut.
Pewarta •Andi

