Dian Rahadian Dukung UMKM Desa Nagrak–Pacet Suplai Kripik Bayam ke MBG Purwakarta
0 menit baca
Bandung, iNet99.id – Pengamat ekonomi sekaligus budayawan asal Bandung, Dian Rahadian, terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi bersama pelaku UMKM di daerah. Salah satu langkah konkretnya adalah membantu program MBG dengan menggandeng UMKM pembuat makanan ringan kemasan berupa kripik bayam dari Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, untuk dikirim ke MBG Purwakarta.
Namun, Dian menegaskan bahwa gerakan pemberdayaan ini tidak hanya menyasar Desa Nagrak–Pacet. Ia juga mendorong pelibatan UMKM dari sejumlah wilayah lain seperti Nagreg, Rancaekek, Cicalengka, hingga Cikancung agar turut berkontribusi dalam rantai distribusi program MBG.
Menurut Dian Rahadian, pelibatan UMKM desa dalam rantai distribusi program MBG merupakan bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Ia menilai potensi pangan lokal seperti bayam yang diolah menjadi kripik kemasan memiliki nilai tambah ekonomi yang besar apabila didukung dengan manajemen dan akses pasar yang baik.
“Program MBG ini bukan hanya soal distribusi produk, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi desa bisa bergerak. Ketika UMKM dari Nagrak, Nagreg, Rancaekek, Cicalengka hingga Cikancung dilibatkan untuk memasok kebutuhan ke Purwakarta, maka terjadi perputaran ekonomi yang sehat antarwilayah,” ujar Dian.
Sebagai pengamat ekonomi, Dian melihat bahwa penguatan UMKM desa merupakan fondasi penting dalam menjaga daya tahan ekonomi. Sementara sebagai budayawan, ia menilai produk seperti kripik bayam kemasan juga mencerminkan kreativitas dan identitas pangan lokal yang patut dikembangkan.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas pengiriman produk, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas produksi, standarisasi kemasan, serta penguatan manajemen distribusi agar mampu memenuhi kebutuhan program MBG secara berkelanjutan.
“UMKM harus naik kelas. Kita dorong dari sisi kualitas, legalitas usaha, hingga konsistensi suplai. Kalau ini berjalan baik, bukan tidak mungkin produk desa bisa menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Para pelaku UMKM Desa Nagrak–Pacet menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka mengaku terbantu dengan adanya akses pasar yang lebih jelas melalui program MBG di Purwakarta. Selain meningkatkan omzet, kerja sama ini juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
Dian berharap model kolaborasi seperti ini dapat direplikasi di berbagai desa lainnya.
Menurutnya, sinergi antara pengamat, pelaku usaha, dan program distribusi menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kalau kita serius membangun dari desa, dari UMKM, maka dampaknya akan terasa luas. Ekonomi tumbuh, masyarakat bergerak, dan kesejahteraan meningkat,” pungkasnya.
Red.
