BREAKING NEWS

Viral Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Usai Tampar Murid, Mediasi Berhasil Pulihkan Situasi Sekolah


Jambi, iNet99.id - Seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa pada Selasa, 13 Januari 2026. 

Insiden yang terekam video dan viral di media sosial ini bermula dari perselisihan saat jam pelajaran, namun kini situasi sekolah telah kembali kondusif pasca-mediasi.

Guru korban bernama Agus Saputra. Menurut pengakuannya, kejadian berawal saat ia sedang mengajar Penjasorkes sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Seorang siswa menegurnya dengan kata-kata yang dianggap tidak sopan. Agus kemudian mendatangi siswa tersebut dan menamparnya sebagai bentuk pembinaan.

"Menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus, Rabu (14/1).dikutip dari kumparan.com

Usai mendengar ucapan itu, Agus masuk ke dalam kelas. Ia meminta siswa yang mengucapkan kalimat tersebut mengaku. Pelaku mengaku, tapi bukan meminta maaf, dia malah menantang Agus.

"Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," ujarnya.

Perselisihan itu memanas dan melibatkan siswa lain. Pihak sekolah segera melakukan mediasi, meski sempat menemui jalan buntu. Usai mediasi, Agus mengalami pengeroyokan saat menuju ruang guru, hingga mengalami luka memar di tubuhnya. Ada pula laporan bahwa keributan berlanjut hingga sore hari.

Video viral menunjukkan detik-detik insiden, termasuk adu argumen hingga aksi kekerasan. Agus kemudian melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan setempat.

Kepala SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Ranto M, menyatakan bahwa mediasi antara guru dan siswa yang terlibat telah berhasil dilakukan.

"Perselisihan paham antara guru dan siswa sudah kami mediase, dan sekarang pembelajaran berjalan kondusif," ujar Ranto pada Rabu, 14 Januari 2026.

Polres Tanjung Jabung Timur juga turun tangan. Kapolres AKBP Ade Chandra mengupayakan penyelesaian melalui restorative justice agar kasus tidak berlanjut ke proses hukum formal.

Beberapa siswa diketahui telah meminta maaf, sementara ada suara dari ketua OSIS yang meminta guru bersangkutan dipindahkan ke sekolah lain.

Insiden ini kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia, mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara guru dan siswa serta penanganan konflik secara bijak. Pihak sekolah menegaskan tidak ada sanksi ekstrem, fokus pada perdamaian dan kelanjutan proses belajar mengajar.

Hingga berita ini ditulis, situasi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur dilaporkan telah normal kembali.


Editor •Andi

Tonton vidionya disini 👇

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini