BREAKING NEWS

Tren Otomotif Global 2026: Hybrid Naik Daun, Solid-State Battery Jadi Harapan Besar, EV Murni Melambat


Jakarta, iNet99.id – Memasuki tahun 2026, industri otomotif dunia berada di fase transisi yang penuh ketidakpastian. Setelah lonjakan penjualan kendaraan listrik (EV) di tahun-tahun sebelumnya, kini pasar menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Prediksi dari berbagai lembaga seperti S&P Global Mobility, Cox Automotive, Deloitte, dan EV Volumes menunjukkan pertumbuhan global light vehicle sales hanya tipis atau bahkan sedikit menurun di beberapa wilayah, dipengaruhi tarif impor, kebijakan perdagangan, dan pergeseran preferensi konsumen.


Global light vehicle sales diproyeksikan sekitar 91-92 juta unit di 2026, naik tipis dari 2025 yang sudah melebihi level pra-pandemi. Namun, di AS saja, Cox Automotive memperkirakan penjualan baru turun menjadi 15,8 juta unit (turun 2,4% dari 2025). Di Eropa dan China, pertumbuhan lebih resilien berkat regulasi dan insentif lokal.


Berikut lima tren utama yang akan mendominasi industri otomotif global sepanjang 2026:

1. Hybrid dan PHEV Mengambil Alih sebagai "Pilihan Aman"

Adopsi Battery Electric Vehicle (BEV) murni melambat karena faktor affordability, keterbatasan infrastruktur charging, dan hilangnya insentif besar-besaran di beberapa negara. Sebaliknya, hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid (PHEV) melonjak popularitasnya.

  • Deloitte Global Automotive Consumer Study 2026 menyebutkan permintaan BEV tetap stabil tapi hati-hati, sementara hybrid semakin kuat karena menawarkan keseimbangan antara efisiensi, jarak tempuh, dan kemudahan isi bahan bakar.
  • Gartner memprediksi kepemilikan PHEV global naik 32% year-over-year di 2026, karena konsumen menginginkan "backup" mesin bensin untuk mengatasi range anxiety.
  • Toyota, Hyundai, dan Stellantis terus ekspansi lini hybrid mereka, sementara di China, extended-range EV (EREV) masih mendapat subsidi NEV.

Hybrid menjadi jembatan transisi menuju elektrifikasi penuh, terutama di pasar dengan infrastruktur charging terbatas.




2. Solid-State Battery: Lompatan Teknologi dari China yang Mengguncang

Tahun 2026 bisa jadi tahun terobosan besar untuk solid-state battery, teknologi yang dijanjikan meningkatkan density energi, charging lebih cepat, dan keamanan lebih tinggi dibanding lithium-ion konvensional.


  • Chery (melalui sub-brand Exeed) berencana meluncurkan EV pertama dengan all-solid-state battery pada model Liefeng (shooting brake premium) sepanjang 2026. Baterai ini diklaim memberikan jarak tempuh hingga 1.500 km di suhu ekstrem -30°C, atau sekitar 932-1.500 mil tergantung kondisi, dengan energi density tinggi (hingga 600 Wh/kg). Ini jadi klaim paling agresif dan berpotensi game changer.
  • Toyota memulai produksi sel baterai generasi baru (termasuk solid-state) secara bertahap di 2026, meski model massal penuh solid-state baru diharapkan 2027-2028 dengan target range >1.000 km dan charging 10 menit.
  • Produsen China lain seperti GAC, Dongfeng, dan Geely juga agresif mengembangkan teknologi ini, didukung standar nasional pertama China untuk solid-state battery.

Jika Chery benar-benar merealisasikan klaimnya, ini bisa mempercepat dominasi China di segmen EV premium dan menekan kompetitor Barat serta Jepang.


3. Dominasi China dan Ekspansi Global yang Tak Terbendung

Produsen China (BYD, Chery, Geely, dll.) terus ekspansi ke Eropa, Asia Tenggara, Amerika Latin, bahkan Jepang dan Australia. Mereka unggul di harga kompetitif, fitur canggih, dan sekarang teknologi baterai.


  • Tarif impor tinggi di AS (25% untuk EV dan komponen China) serta Eropa memaksa diversifikasi produksi lokal atau partnership.
  • China diproyeksikan menguasai 61% installed base EV global di 2026 (Gartner), dengan BEV sales dunia naik ke 17,4 juta unit (GlobalData).


4. Software-Defined Vehicles (SDV) dan AI Semakin Dalam

Mobil kini benar-benar "komputer beroda". Fitur over-the-air (OTA) update, ADAS level 2+/3, personalisasi AI, dan steer-by-wire/brake-by-wire menjadi standar di model premium (Tesla, Mercedes, dll.).


  • Cybersecurity jadi prioritas utama karena risiko hacking meningkat.
  • Produsen yang lambat adaptasi software-defined architecture berisiko ketinggalan.


5. Model Kepemilikan Baru: Subscription dan Digital Retailing

Pembelian mobil online semakin matang, ditambah model subscription (sewa bulanan all-in) dan mobility-as-a-service tumbuh di kalangan milenial dan Gen Z yang mengutamakan fleksibilitas daripada kepemilikan permanen.


Kesimpulan

Tahun 2026 bukan tahun "ledakan EV" seperti prediksi lama, melainkan fase penyesuaian pragmatis. Hybrid jadi pemenang jangka pendek, sementara solid-state battery dari China berpotensi jadi katalisator percepatan elektrifikasi di 2027 ke atas. Industri otomotif global sedang belajar untuk lebih agile menghadapi volatilitas geopolitik, regulasi, dan preferensi konsumen.


Bagi pasar Indonesia, tren ini relevan: hybrid tetap laris (seperti Toyota dan Honda), sementara impor EV China (BYD, Wuling, Chery) terus menggoyang segmen entry-level hingga premium. Siapkah kita menyambut era baterai solid-state yang bikin range anxiety hilang?***


Red.



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini