Bukan Tentara, Ini 3 Hacker yang Paling Ditakuti Dunia, Pernah Lumpuhkan Amerika dan Korporasi Raksasa
0 menit baca
INET99.id - Dunia digital modern tidak hanya dihuni oleh perusahaan teknologi dan pengguna internet, tetapi juga oleh para hacker yang memiliki kemampuan luar biasa. Beberapa di antaranya bahkan dikenal sebagai sosok paling ditakuti dunia karena mampu menembus sistem keamanan tingkat tinggi milik pemerintah, militer, hingga korporasi global.
Hacker-hacker ini bukan sekadar pelaku kejahatan siber biasa. Keahlian mereka dalam eksploitasi celah keamanan, rekayasa sosial, dan penguasaan jaringan membuat dampaknya terasa secara global, mulai dari kebocoran data rahasia hingga gangguan sistem vital negara.
Salah satu nama yang paling dikenal adalah Kevin Mitnick, hacker legendaris asal Amerika Serikat. Pada era 1990-an, Mitnick berhasil membobol sistem perusahaan besar seperti IBM, Nokia, dan Motorola tanpa menggunakan alat canggih, melainkan teknik manipulasi psikologis atau social engineering.
Aksi Kevin Mitnick membuat FBI melakukan perburuan besar-besaran selama bertahun-tahun. Ia bahkan dijuluki sebagai “hacker paling dicari di dunia” sebelum akhirnya ditangkap pada 1995. Meski kini telah meninggal dunia, nama Mitnick tetap dikenang sebagai simbol ancaman siber paling berbahaya dalam sejarah.
Nama berikutnya adalah Gary McKinnon, hacker asal Inggris yang mengguncang Amerika Serikat setelah membobol jaringan militer dan NASA pada awal 2000-an. McKinnon mengklaim sedang mencari bukti keberadaan UFO, namun aksinya justru membuka akses ke ribuan komputer pemerintah AS.
Serangan Gary McKinnon disebut-sebut sebagai peretasan militer terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. Dampaknya membuat sistem pertahanan AS lumpuh sementara dan memicu ketegangan diplomatik antara Inggris dan Amerika terkait proses ekstradisi.
Hacker ketiga yang ditakuti dunia adalah Albert Gonzalez, otak di balik pencurian data kartu kredit terbesar yang pernah tercatat. Gonzalez memimpin jaringan hacker internasional yang berhasil mencuri lebih dari 170 juta data kartu kredit dan debit dari perusahaan ritel besar.
Kerugian akibat aksi Albert Gonzalez diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS. Ia memanfaatkan celah keamanan pada sistem pembayaran dan jaringan nirkabel, menjadikannya ancaman serius bagi industri keuangan global.
Kasus-kasus tersebut menjadi bukti bahwa satu individu dengan keahlian siber tinggi dapat menimbulkan dampak lebih besar dibandingkan serangan fisik konvensional. Oleh karena itu, keamanan digital kini menjadi prioritas utama bagi banyak negara.
Pemerintah dan perusahaan teknologi terus meningkatkan sistem pertahanan siber untuk menghadapi ancaman serupa. Namun, perkembangan teknologi yang pesat juga berarti potensi ancaman baru akan terus muncul.
Fenomena hacker yang ditakuti dunia ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan digital, terdapat risiko besar yang harus diantisipasi bersama demi menjaga stabilitas keamanan global.
Red.
Kunjungi kami di media sosial X 👇
Hacker Peretas Amerika Paling DitakutiBukan Tentara, Ini 3 Hacker yang Paling Ditakuti Dunia, Pernah Lumpuhkan Amerika dan Korporasi Raksasa #StrangerThings5#hackerhttps://t.co/QUFMjCkZsc pic.twitter.com/ilupYGwleB
— iNET99.id (@inet99dotID) January 1, 2026
