Pemborong Janji Kejar Target, DPRD: Kualitas Proyek Stadion Masih Mengecewakan
0 menit baca
![]() |
| Papan proyek rehabilitasi stadion Warung Jambu ( Foto: Eko Widiantoro) |
Majalengka, iNet99.id – Komisi III DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek rehabilitasi Stadion Warung Jambu pada Senin (8/12/2025). Proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp2,7 miliar itu menjadi sorotan setelah adanya laporan masyarakat terkait progres dan kualitas pengerjaan.
Rombongan dewan berangkat langsung dari kantor DPRD menuju lokasi proyek. Sesampainya di lapangan, mereka mendapati beberapa bagian pembangunan yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, padahal waktu pengerjaan tinggal menyisakan lima hari sebelum tutup tahun anggaran.
“Tahap bangunan tinggal lima hari lagi, tapi belum tampak selesai,” ujar salah satu anggota Komisi III.
Banyak Temuan Serius di Lapangan
Ketua Komisi III, Iing Misbahudin, memimpin langsung jalannya sidak. Ia menemukan sejumlah kekurangan yang cukup mencolok, di antaranya tangga menuju tribun VIP yang tampak retak serta beberapa keramik yang terlihat kotor dan kurang rapi.
Seorang pekerja bernama Nana, yang dipercaya pihak pemborong, menjelaskan bahwa pengerjaan yang terkesan tambal sulam sebenarnya sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Meski begitu, penjelasan tersebut belum meredakan kritik anggota dewan.
Temuan lain yang juga disorot adalah kondisi pagar pengaman tribun VIP. Pagar tersebut tampak goyang padahal hanya didorong dengan satu tangan.
“Ini bukan pagar untuk fasilitas olahraga. Bahkan untuk acara pengajian saja harusnya lebih aman dari ini. Speknya seperti apa kok bisa dibuat seperti ini?” kata salah satu anggota Komisi III dengan nada heran.
DPRD Nilai Hasil Proyek Tidak Sesuai Ekspektasi
Usai melakukan pengecekan, Iing menilai kualitas pengerjaan masih jauh dari ekspektasi, terutama mengingat anggaran proyek mencapai miliaran rupiah.
“Kami datang dengan ekspektasi tinggi, tetapi setelah dicek langsung, hasilnya jauh dari harapan. Terlebih lagi, tidak ada pengawas maupun pimpinan proyek yang bisa ditemui saat sidak,” jelasnya.
Meski begitu, Iing menekankan bahwa evaluasi lebih mendalam tetap harus mengacu pada dokumen RAB. Menurutnya, penilaian yang objektif baru bisa dilakukan setelah mencocokkan kondisi lapangan dengan spesifikasi teknis yang tercantum.
“Secara kasatmata memang banyak yang tidak memenuhi standar. Namun kita harus lihat RAB dan speknya terlebih dahulu,” tambahnya.
Pemborong Pastikan Proyek Akan Diselesaikan Tepat Waktu
Di sisi lain, pemborong proyek, Holid, memberikan tanggapan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. Ia memastikan bahwa sisa waktu pengerjaan masih dapat dikejar.
“Waktumah insyaAllah ke kejar, Pa,” tulis Holid dalam pesannya.
Terkait kritik soal kualitas pekerjaan, ia menyebut bahwa perbaikan tengah dilakukan.
“Masih proses lanjut. Kekurangannya akan saya benahi,” tambahnya.
Komisi III DPRD Majalengka berencana berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan proyek dapat diselesaikan sesuai standar dan harapan masyarakat.
Pewarta •Eko Widiantoro
