BREAKING NEWS

Anggaran Rp 56 Miliar Turun ke Majalengka, Mendikdasmen Optimalkan Swakelola Sekolah

Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Bupati Majalengka beserta jajaran Disdik Majalengka berpoto bersama di Pendopo. (Foto: Yudhistira)

MAJALENGKA, Inet99.id – Komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan kian nyata. Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah yang menerima kucuran dana signifikan untuk revitalisasi sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan alokasi anggaran sekitar Rp 56 Miliar untuk Majalengka di tahun 2025. Dana jumbo ini bertujuan memacu perbaikan sarana dan prasarana sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga menengah pertama.

Penegasan komitmen ini disampaikan Mu'ti saat bersilaturahmi dengan Bupati Majalengka Eman Suherman di Pendopo Kabupaten, Sabtu malam (27/9).

Bupati 'Curhat', Mendikdasmen Beri Solusi Rp 56 M

Pertemuan antara Mendikdasmen dan Bupati Eman Suherman berlangsung hangat. Dalam momen jamuan malam tersebut, Bupati sempat menceritakan berbagai keanekaragaman dan ciri khas daerah Majalengka.

Namun yang terpenting, Bupati Eman juga menyampaikan harapan agar Kementerian lebih intens memperhatikan perkembangan pendidikan di wilayahnya. Harapan itu pun dijawab langsung dengan kepastian kucuran dana revitalisasi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Majalengka, Rd. H. Muhamad Umar Ma'rup, anggaran Rp 56 Miliar tersebut diperuntukkan bagi 51 unit sekolah.

"Alhamdulillah revitalisasi Kabupaten Majalengka tahun 2025 dengan total 28 SD, 21 SMP, dan 2 TK dengan total anggaran kurang lebih Rp 56 Miliar," ungkap Umar Ma'rup.

Umar menambahkan, revitalisasi ini berfokus pada jenjang di bawah kewenangan kabupaten, sementara untuk SMK dan SMA, alokasi sudah berada di tingkat provinsi, dengan perkiraan ada sekitar 10 sekolah yang juga mendapatkan perbaikan.

Alasan Dibalik Sistem Swakelola: Gerakkan Ekonomi Lokal

Dalam penjelasannya, Mu'ti menekankan bahwa program revitalisasi ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ada agenda besar di balik kebijakan tersebut: menggerakkan ekonomi daerah.

Revitalisasi sekolah ini akan dilaksanakan dengan sistem swakelola dan transformasi. Sistem ini memungkinkan anggaran langsung dikelola di tingkat bawah, sehingga dampak ekonominya terasa langsung.

"Karena kami memiliki sistem swakelola dan juga dengan transformasi itu. Selain efisiensi, dapat menggerakkan ekonomi lokal dan dapat menyerap tenaga kerja lokal," jelas Mu'ti.

Target Tiga Tahun 

Mu'ti juga menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya percepatan. Ia berharap Majalengka terus mendapatkan alokasi serupa pada tahun-tahun mendatang agar target pemerintah pusat tercapai.

"Mudah-mudahan pada tahun depan kita anggarkan lagi untuk revitalisasi ini, karena tadi Bapak Presiden menargetkan dalam waktu 3 tahun revitalisasi ini dapat kita selesaikan," tutur Abdul Mu'ti.

Secara nasional, target alokasi revitalisasi pendidikan dasar dan menengah juga meningkat drastis. Jika sebelumnya direncanakan hanya 10.440 sekolah, kini Mu'ti menyebut targetnya menjadi sekitar 15 ribuan sekolah.

Dengan perbaikan sarana dan prasarana ini, diharapkan mutu pendidikan di Majalengka dan daerah lainnya dapat meningkat secara signifikan.


Pewarta •Yudhistira

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini