Miris! Razia Pelajar SMP Dan SMA di Indramayu Ada yang Tidak Bisa Baca, Gagal Hitung 3x4 Ga tau, hingga Terjerat Grup VCS
INDRAMAYU, INET99.ID – Sebanyak 10 pelajar, termasuk dua siswi perempuan, terjaring razia saat asyik nongkrong di kompleks pemakaman Makam Selawe Kabupaten Indramayu. Para pelajar tersebut terjaring oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu pada Senin (11/8/2025).
Kepala Satpol PP Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, mengaku miris melihat kondisi para pelajar yang terjaring. Dari hasil pendataan, sebagian siswa ternyata masih mengalami kesulitan membaca, bahkan ada yang didapati bergabung dalam grup WhatsApp soal Vidio Call Sex (VCS) pada salah satu ponsel pelajar SMP.
“Tragis sekali tadi ya, jadi tadi ada siswa SMP tidak bisa baca, kemudian ada juga SMA tidak bisa menghitung sama sekali, padahal itu matematika dasar,” ujar dia. Dikutip dari Tribunnews.com.
Tidak hanya itu, Ada pula siswa SMA yang tidak mampu menjawab soal matematika dasar, termasuk perkalian yang sangat sederhana.
Tidak hanya itu, petugas juga mengetes salah satu siswa SMA yang juga ikut terjaring razia, walau sudah kelas XII tapi siswa tersebut rupanya tidak bisa matematika dasar seperti tambah, kurang, kali, bagi.
“3x4 berapa?” Tanya Teguh.
“Gak tahu,” ujar siswa tersebut.
Kondisi itu membuat para PolPP yang ada dilokasi dan guru tempat siswa sekolah anak itu anak bisa geleng-geleng kepala.
Termasuk soal temuan grup WhatsApp VCS di salah satu ponsel siswa SMP. Hal itu terungkap setelah petugas memeriksa ponsel satu per satu siswa tersebut.
Dari keterangan siswa itu, ia mengaku dapat undangan grup VCS itu dari temannya.
“Itu teman saya yang masukin, bukan saya yang sengaja masuk,” ujar siswa tersebut.
Kasus seperti ini adalah tanggung kita bersama. Baik orang tua juga sekolah untuk selalu memberikan pengawasan kepada anak-anak kita agar menjadi kader generasi penerus bangsa yang baik.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, baik itu orang tua, begitu pula dari pihak sekolah untuk sama-sama memberikan pengawasan, ini untuk mendidik kader kader generasi penerus harapan bangsa,” ujar dia.
Sumber •Tribunnews
Editor •Andi (red)
