Sudah Ditalak tapi Masih Cemburu, Suami di Prabumulih Tebas Leher Istri Hingga Nyaris Putus
0 menit baca
INET99.ID - Kamis dini hari, warga Jalan Anggrek, Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, diguncang peristiwa mengerikan. Seorang pria berusia 28 tahun bernama Sandra Saputra tega menghabisi nyawa istrinya, Lidia Kristina yang masih berusia 22 tahun. Aksi ini dilakukan dengan menebas leher korban menggunakan parang hingga nyaris putus.
Kejadian berdarah itu juga menyebabkan korban lain, yakni adik dari Lidia berinisial NR yang baru berusia 14 tahun. Saat mencoba menyelamatkan sang kakak dari serangan, tangan kiri NR justru terkena sabetan parang hingga putus. Insiden tragis ini terjadi di kediaman orang tua Lidia, tempat ia tinggal sejak kembali dari perantauan.
Lidia diketahui baru saja kembali dari Batam dan tinggal di rumah orang tuanya sambil menjalani proses perceraian. Meski sudah berpisah secara agama, status pernikahannya dengan Sandra belum resmi diputuskan oleh pengadilan. Situasi tersebut menjadi latar tempat berlangsungnya tragedi berdarah yang menyisakan duka mendalam.
Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan tujuan ke rumah pamannya di Kelurahan Muara Sungai, Kecamatan Cambai. Namun di tengah pelarian, motornya mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Arimbi yang menyebabkan luka pada bagian kakinya. Pihak kepolisian kini telah menangani kasus ini.
Dikutip dari kumparan, Setelah tiba di rumah pamannya, pelaku akhirnya berhasil dibujuk untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 04.30 WIB, Sandra Saputra mendatangi Mapolsek Cambai dengan kondisi luka di kaki akibat kecelakaan, sebelum kemudian diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Prabumulih untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Motif sementara karena rasa cemburu. Pelaku mengaku sakit hati melihat korban sering berkomunikasi dengan pria lain melalui telepon, padahal mereka masih dalam proses perceraian,” ungkap AKP Tiyan.
Berdasarkan kronologi, pertengkaran hebat terjadi antara pelaku dan korban. Saat korban hendak meninggalkan rumah, pelaku mengambil parang dari dapur dan langsung menganiaya korban hingga tewas. NR yang hendak menyelamatkan kakaknya ikut menjadi korban keganasan pelaku.
Kedua korban sempat dilarikan ke RS Pertamina Prabumulih. Namun, nyawa Lidia tidak tertolong akibat luka parah di bagian leher dan wajah. Sementara NR kini dirawat intensif.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, termasuk pemeriksaan kejiwaan pelaku dan saksi-saksi lainnya.
Dilansir dari kumparan
