BREAKING NEWS

100 GB Data Bocor, Diduga Hacker Iran Retas Email Staf Gedung Putih dan Orang Dekat Trump

Kelompok hacker mengancam membocorkan isi email Kepala Staf Gedung Putih Susan Wiles (Foto: AP)

INET99.ID - Kelompok peretas yang diduga memiliki kaitan dengan Iran tengah menjadi sorotan setelah mengklaim berhasil membobol sejumlah akun email yang terhubung dengan lingkar dalam mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Target utama dari aksi ini adalah Susan Wiles, Kepala Staf Gedung Putih, serta sejumlah tokoh penting lainnya yang memiliki hubungan dekat dengan Trump.

Laporan awal menyebutkan bahwa sekitar 100 gigabyte data digital berhasil diakses oleh kelompok tersebut. Data itu diklaim mencakup isi email pribadi dan dokumen sensitif milik Wiles, pengacara pribadi Trump Lindsay Halligan, penasihat politik Roger Stone, dan bahkan selebritas kontroversial Stormy Daniels.

Belum jelas apa isi lengkap dari data yang dicuri, namun para peretas dikabarkan mempertimbangkan untuk menjual sebagian materi tersebut. Aksi ini memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan siber di lingkungan elit politik AS, terlebih lagi karena menyangkut nama-nama yang sering menjadi perhatian publik dan media.

Pada Mei 2025, sebuah media besar di Amerika melaporkan bahwa Gedung Putih pernah mengalami pelanggaran keamanan digital yang signifikan.

Dalam laporan tersebut diungkapkan bahwa Susan Wiles menjadi target utama serangan, dan pelaku berhasil mendapatkan akses terhadap informasi pribadi, termasuk nomor-nomor telepon penting.

Setelah insiden itu, beberapa tokoh politik dan pebisnis papan atas AS dilaporkan menerima panggilan dari seseorang yang menyamar sebagai Wiles.

Hal ini menunjukkan bahwa data hasil peretasan tidak hanya disimpan, tetapi juga digunakan untuk manipulasi dan potensi penipuan.

Tak hanya itu, pada tahun yang sama, seorang kandidat wakil presiden dari Partai Republik, JD Vance, disebut juga menjadi korban dari aksi serupa. Dokumen miliknya diduga ikut diambil dari jaringan email yang berhasil diretas oleh kelompok yang sama.

Insiden ini menambah panjang daftar serangan siber terhadap tokoh-tokoh penting di Amerika Serikat, khususnya menjelang pemilu nasional.

Peretasan terhadap tokoh politik dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik global, sabotase diplomatik, atau bahkan untuk memicu kekacauan internal.

Meningkatnya kasus peretasan ini turut menjadi sorotan badan-badan keamanan nasional. Meskipun belum ada penjelasan resmi mengenai dampak langsung dari kebocoran tersebut, ketegangan antara Washington dan Teheran diperkirakan akan meningkat seiring berjalannya investigasi mendalam terhadap aksi peretasan ini.***


Red.


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini