TNI Buru Preman Arjosari: Anggota TNI AL Dikeroyok 5 Orang, 3 Sudah Ditangkap
![]() |
| Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, poto antara |
MALANG | INET99.ID – Kasus pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI Angkatan Laut di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur, terus mendapatkan perhatian serius. Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan kesiapannya untuk mendukung penuh proses penegakan hukum dan pengejaran para pelaku yang masih buron.
Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, dalam pernyataannya di Jakarta pada Sabtu (28/6), menyebut bahwa identitas para pelaku pengeroyokan sudah dikantongi oleh aparat.
“TNI akan membantu penuh pihak kepolisian dalam memburu dan menangkap para pelaku. Data para pelaku sudah kita dapatkan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memberantas segala bentuk premanisme yang meresahkan,” tegas Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi, di Jakarta, Sabtu (28/6). dikutip dari kumparan.
Lebih lanjut, Mayjen Kristomei menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aparat negara adalah pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi dan harus diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Siapa pun pelakunya, akan diproses secara hukum untuk mendapatkan efek jera. Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut melaporkan tindakan premanisme. Negara tidak boleh kalah oleh preman,” tegasnya.
Kronologi Kejadian
Insiden pengeroyokan tersebut terjadi pada Kamis (26/6) di area Terminal Arjosari. Menurut informasi awal, seorang anggota TNI AL diduga terlibat cekcok dengan seorang calo atau juru panggil penumpang. Perselisihan itu kemudian memicu tindakan kekerasan ketika calo tersebut memanggil rekan-rekannya dan secara brutal mengeroyok anggota TNI AL tersebut.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat korban mengenakan jaket biru dan membawa ransel, dengan kondisi wajah penuh darah akibat pengeroyokan. Diduga korban diserang oleh 5 hingga 6 orang. Hingga saat ini, sebanyak tiga pelaku telah berhasil diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian.
Imbauan untuk Tetap Tenang
TNI pun mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh insiden ini dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
"TNI mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Seluruh proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian. TNI akan terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah-wilayah rawan, termasuk terminal dan fasilitas publik lainnya," pungkas Mayjen Kristomei.
Kasus ini menambah sorotan terhadap maraknya praktik premanisme di area publik seperti terminal. Sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan dapat memberantas kekerasan dan menciptakan rasa aman di ruang-ruang publik.***
Tag SEO:
#TNI #PengeroyokanTNI #TerminalArjosari #Premanisme #Malang #TNIAL #BeritaTerkini #BeritaMalang #KasusViral #HukumPreman
