BREAKING NEWS

Serangan Rudal Rusia di Dnipro Tewaskan 21 Orang dan Lukai Lebih dari 300 Warga Sipil

Sebuah sekolah di Dnipro yang rusak akibat serangan rudal balistik Rusia pada 24 Juni 2025. (Dnipro.media)


INET99.ID – Serangan rudal besar-besaran yang dilancarkan militer Rusia ke kota Dnipro, Ukraina, pada 24 Juni 2025, menewaskan sedikitnya 21 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang luka-luka. Serangan ini menyasar infrastruktur sipil dan kereta penumpang, sebagaimana dilaporkan oleh otoritas lokal.


Gubernur Oblast Dnipropetrovsk, Serhii Lysak, menyatakan bahwa serangan rudal tersebut menyebabkan kebakaran hebat dan menghancurkan beberapa bangunan penting, termasuk sebuah asrama, gimnasium, dan gedung administrasi di pusat kota Dnipro.


Tak hanya itu, militer Rusia juga menyerang kota tetangga, Samarske. "Sayangnya, ada korban tewas dan terluka di mana-mana," ungkap Lysak dalam pernyataannya. Di Samarske sendiri, dua orang dilaporkan tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka. Delapan di antaranya masih dirawat di rumah sakit, dengan kondisi empat orang dinyatakan kritis.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengonfirmasi insiden mematikan tersebut melalui unggahan di media sosial. “Sampai saat ini, lebih dari 160 orang diketahui terluka. Sayangnya, 11 orang telah meninggal. Puing-puing masih dibersihkan, jadi jumlah korban tewas mungkin akan bertambah,” tulis Zelensky.


Dalam pembaruan pada 27 Juni, Gubernur Lysak melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan di Dnipro telah meningkat menjadi 21 orang, sementara total korban luka mencapai lebih dari 300 jiwa. Hampir seratus korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.


Sementara itu, perusahaan kereta api nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, menyampaikan bahwa salah satu kereta yang sedang melaju dari Odesa menuju Zaporizhzhia ikut terdampak serangan. 


“Ukrzaliznytsia sedang mempersiapkan kereta pengganti di Dnipro untuk mengevakuasi penumpang ke Zaporizhzhia,” ujar perwakilan perusahaan dalam keterangan resminya.


Meski kereta rusak parah, Ukrzaliznytsia memastikan bahwa tidak ada penumpang maupun petugas kereta yang tewas. Namun, beberapa orang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis.


Serangan berdarah ini terjadi bertepatan dengan digelarnya pertemuan tingkat tinggi NATO di Den Haag. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, sebelumnya telah mengingatkan bahwa Rusia tetap menjadi ancaman langsung dan jangka panjang bagi keamanan negara-negara anggota aliansi tersebut.


Serangan ini menambah daftar panjang aksi agresi militer Rusia yang menyasar wilayah-wilayah sipil di Ukraina sejak invasi dimulai. Komunitas internasional kembali mengecam keras tindakan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional. 


Organisasi kemanusiaan dan badan-badan PBB pun menyerukan penyelidikan independen serta peningkatan bantuan darurat bagi para korban. Dengan semakin seringnya serangan yang menargetkan fasilitas publik, kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di kawasan Eropa Timur kian meningkat.



sumber  •kyivindependent



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini