Penembakan Brutal di Idaho: 2 Petugas Pemadam Tewas, Pelaku Ditemukan Meninggal
![]() |
| Dua orang tewas setelah petugas pemadam kebakaran disergap oleh seorang pria bersenjata saat menanggapi kebakaran hutan di Coeur d'Alene, Idaho, kata para pejabat. |
INET99.ID - Seorang pria bersenjata yang diduga menyerang petugas pemadam kebakaran saat mereka menangani kebakaran hutan di Gunung Canfield, Idaho, akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas pada Minggu malam waktu setempat. Kantor Sheriff Kabupaten Kootenai mengonfirmasi bahwa pria tersebut ditemukan tak bernyawa di area pegunungan dengan senjata api berada di dekat tubuhnya.
Kejadian tragis ini memicu perburuan intensif selama beberapa jam yang melibatkan banyak lembaga penegak hukum dari berbagai wilayah. Tim SWAT dikerahkan secara khusus untuk melacak pelaku di wilayah pegunungan yang menjadi lokasi insiden.
Sebelumnya, insiden penembakan terjadi secara tiba-tiba saat para petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan kebakaran hutan di Gunung Canfield. Suara tembakan mengejutkan para petugas di lokasi, yang mengakibatkan kekacauan dan korban jiwa.
Dalam konferensi pers, Sheriff Kootenai County, Robert Norris, menyampaikan bahwa dua orang petugas pemadam kebakaran tewas dalam insiden ini. Satu korban berasal dari Departemen Pemadam Kebakaran Coeur d’Alene, sementara satu lainnya dari Departemen Pemadam Kebakaran Daerah Kootenai.
Selain dua korban tewas, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden penyergapan yang belum diketahui motif pastinya ini. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap latar belakang dan kemungkinan pemicu tindakan kekerasan tersebut.
Kejadian ini mengguncang masyarakat setempat dan menjadi sorotan media nasional. Para pejabat setempat mengungkapkan rasa duka mendalam dan menekankan pentingnya keselamatan bagi petugas yang berada di garis depan dalam menangani bencana alam dan situasi darurat.
"Ini penyergapan total," kata Norris. "Petugas pemadam kebakaran tidak punya kesempatan."
Seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka tembak dalam insiden penyergapan berdarah di Gunung Canfield, Idaho, pada Minggu (29/6) sore. Korban yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kesehatan Kootenai, sebagaimana dikonfirmasi pihak rumah sakit kepada ABC News.
Insiden ini bermula dari laporan kebakaran semak kecil yang masuk pukul 13.21 siang waktu setempat. Namun, situasi berubah menjadi berbahaya sekitar pukul 14.00, ketika tim pemadam kebakaran yang merespons kebakaran tersebut mulai mendapat tembakan dari arah tak dikenal.
Sekitar 300 personel penegak hukum dikerahkan ke lokasi kejadian, beberapa di antaranya sempat terlibat baku tembak dengan tersangka bersenjata. Sheriff Kootenai County, Robert Norris, menyebut bahwa pihaknya menerima dukungan dari Gedung Putih dan Direktur FBI, Kash Patel, untuk penanganan kasus ini.
Menjelang pukul 18.30, seluruh tim di lapangan diberi perintah agar pelaku segera dinetralkan. Hanya satu jam kemudian, tepatnya pukul 19.40, tersangka ditemukan dalam keadaan meninggal dengan senjata di sampingnya. Penemuan jasad itu dilakukan sebelum api meluas ke lokasi penembakan, ungkap Sheriff Norris.
Dari penyelidikan awal, petugas meyakini hanya ada satu penembak berdasarkan lintasan peluru dan senjata yang ditemukan. Namun, motif di balik aksi kejam ini masih diselidiki. Letnan Sheriff Jeff Howard menduga kebakaran mungkin sengaja dipicu untuk memancing para petugas ke lokasi serangan.
Perintah untuk berlindung yang sebelumnya diberlakukan di area Canfield Mountain Trailhead kini telah dicabut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi penyebaran api. FBI kini bekerja sama penuh dengan otoritas setempat. Gubernur Idaho, Brad Little, mengecam kejadian ini sebagai "serangan brutal terhadap petugas pemadam kebakaran yang gagah berani."
"Beberapa petugas pemadam kebakaran yang heroik diserang hari ini saat memadamkan kebakaran di Idaho Utara," tulis Little dalam sebuah posting di X. "Saya meminta semua warga Idaho untuk mendoakan mereka dan keluarga mereka sembari menunggu informasi lebih lanjut," tambahnya.
Menteri Departemen Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem telah diberi pengarahan tentang penembakan tersebut, kata seorang pejabat DHS kepada ABC News.
•Ini adalah berita yang masih dalam pengembangan. Silakan periksa kembali untuk pembaruan.Dilansir dari ABCNews
