BREAKING NEWS

Palabuan Menanam Masa Depan: Sorgum Jadi Simbol Kedaulatan Pangan

Camat Ujungjaya beserta pihak BKPH dan Kepala Desa Palabuan saat menghadiri panen perdana sorgum yang lalu. Poto:Eko

Sumedang, iNet99.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar panen perdana tanaman sorgum di Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Panen ini menjadi bagian dari uji coba pemanfaatan lahan kritis untuk mendukung ketahanan pangan dan energi.

Proyek ini disambut positif oleh sejumlah pihak, termasuk Perhutani dan Pemerintah Kecamatan Ujungjaya.

“Asal ada manfaatnya untuk teknologi dan bahan bakar seperti bioethanol, ini jelas mendukung ketahanan pangan nasional. Kami di Perhutani menyambut baik kerja sama ini,” ujar Asper BKPH Ujungjaya, Ujang Saswita saat ditemui di kantornya, Senin (23/6/2025).

Lahan yang digunakan merupakan bagian dari kawasan Perhutani yang dikelola melalui skema kerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Amanah Palabuan.

“Penyediaan lahannya melalui kerja sama. Dari LMDH lalu bekerja sama lagi dengan BRIN. Kami mendukung secara kelembagaan dan pengawasan kehutanan,” tambah Ujang.

Meski ditanami sorgum, Perhutani tetap menekankan pentingnya keberadaan tanaman keras seperti jati, mahoni, atau mapari di lahan tersebut.

“Penanaman tanaman kehutanan tetap harus ada. Itu bagian dari prinsip Perhutani dan juga sudah jadi syarat dalam perjanjian kerja sama,” jelasnya.

Ujang menyebut area uji coba saat ini baru seluas 1,3 hektar. Namun pihaknya membuka peluang perluasan kerja sama asalkan tetap sesuai aturan dan memperhatikan aspek lingkungan.

Sementara itu, Camat Ujungjaya, Risyana, S.ST juga menyatakan dukungan terhadap riset sorgum yang dilakukan BRIN di wilayahnya.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Ini bisa menjadi terobosan baru dalam pemanfaatan lahan marginal dan mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurut Risyana, pemerintah kecamatan turut membantu dalam hal perizinan dan fasilitasi kegiatan riset.

Ia juga mencatat adanya dampak ekonomi langsung dari kegiatan ini, meskipun dampak sosial yang lebih luas belum terlihat.

“Masyarakat yang dipekerjakan untuk pemeliharaan tanaman digaji Rp 125.000 per hari. Itu sudah cukup membantu,” kata dia.

Camat Risyana juga menyatakan bahwa Kecamatan Ujungjaya terbuka bagi lembaga riset lain yang ingin melakukan pengembangan pertanian di wilayahnya.

“Selama sesuai mekanisme dan lahannya jelas, kami siap mendukung,” ujarnya.

Ia berharap riset ini tidak berhenti di tahap awal dan dapat dikembangkan lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sorgum ini bisa jadi alternatif yang menjanjikan selain jagung dan tanaman lain yang sudah berkembang di Ujungjaya,” tutup Risyana.*


Pewarta : Eko
Editor : jhon


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini