Kebakaran Gunung Ciremai Makin Menggila, Api Merembet Hingga Ke Majalengka, Pemerintah Siapkan Helikopter Water Bombing!


Kuningan, iNET99.id - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai dilaporkan semakin meluas. Insiden yang mula-mula membakar wilayah Pasawahan, Kabupaten Kuningan, sejak Rabu malam (21/10/2026) sekitar pukul 20.44 WIB, kini kepakannya telah menyeberang dan memasuki teritori Kabupaten Majalengka.

Berbagai rekaman video yang beredar luas di platform media sosial memperlihatkan kemunculan titik-titik api baru di kawasan perbukitan. Berdasarkan narasi dalam video tersebut, kobaran api terpantau meluas dari Blok Cidulang di Kuningan menuju ke area Blok Masawah yang masuk wilayah Majalengka.

"Pantauan dari Bukit Seribu Bintang, titik api dari saya berdiri ini sangat jauh, lumayan sangat jauh. Blok Cidulang juga terlihat ada kepulan asap dan api yang sangat besar. Dan ini sangat besar sekali, sudah masuk daerah Majalengka di persimpangan Masawah, Blok Masawah. Jadi sambung-menyambung ini dari Kuningan ke Majalengka menyebar sangat cepat," ungkap suara di dalam rekaman video itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, memberikan konfirmasi bahwa bencana kebakaran hutan tersebut memang telah merembet ke kawasan Majalengka sejak malam sebelumnya dan penanganan pemadaman sedang digencarkan. Pihaknya pun terus memantau pergerakan serta sebaran api hingga pagi hari.

"Betul itu, selain di area Kuningan juga di Majalengka juga terjadi kebakaran dan sedang dalam proses pemadaman oleh tim gabungan rekan rekan dari BPBD Majalengka. Cuman untuk update hari ini kita akan gali informasinya lebih lanjut," kata Indra pada Jumat (23/10/2026).

Keterangan serupa turut diperkuat oleh Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Nandar Juniar Arif. Ia menjelaskan bahwa titik api yang mulanya terdeteksi di Grid 15 M Resor Pasawahan, Kabupaten Kuningan, telah menjalar ke kawasan Gunung Dulang serta Tagog Anjing yang berbatasan langsung dengan Blok Masawah, Kabupaten Majalengka, sejak Kamis malam (22/10).

Kondisi cuaca berupa angin bertiup kencang serta vegetasi lahan yang kering menjadi pemicu utama cepatnya eskalasi kebakaran hingga merambah wilayah Majalengka.

"Malam ini kita lagi mengantisipasi kebakaran yang di seputaran Gunung Ciremai yang ada di daerah Gunung Dulang dan Tagog Anjing. Ini sekarang api sudah merambat ke area Majalengka. Karena blok Gunung Dulang tuh kering jadi mudah terbakar," jelas Nandar pada Kamis (22/10/2026).

Guna meredam pergerakan api agar tidak kian membesar, satuan tugas gabungan mendistribusikan personel ke sejumlah titik krusial untuk membendung laju api supaya tidak merosot turun ke pemukiman bawah.

"Kita di sini berposko di Pos Bukit 1000 Bintang dan tim yang sudah masuk ke Gunung Dulang ada 10 orang yang dipimpin oleh Pak Dodo, dan yang di Tagog Anjing ada KTH Wanakarya dan KTH Payung serta pendakian dan BTNGC yang dipimpin oleh Pak Oman. Dan yang di Situmpuk ada KTH Wanakarya dengan kekuatan personel 20 orang lebih yang mengantisipasi api turun ke bawah," rinci Nandar.

Di samping itu, pihak relawan juga mendirikan posko darurat serta camp lapangan demi menjamin suplai kebutuhan logistik bagi para petugas yang berjuang di garis depan.

"Kita sudah berjibaku dari malam kemarin dan sekarang juga mungkin kita bermalam lagi di BSBI dan mereka yang di Gunung Dulang akan bikin camp di Gunung Dulang dan kita akan support logistik ke sana untuk mereka," tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi karhutla Gunung Ciremai menyatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan segera mengerahkan helikopter khusus guna melakukan pemadaman udara. Ia juga menyerukan kepada segenap warga agar senantiasa merawat kelestarian alam.

"Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing. Mari kita jaga alam secara bersama. Alam adalah diri kita, maka perlakukanlah alam sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri," tutup Dedi.

(pwrt/asd)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini