Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Turun Gunung! Pimpin Langsung Koordinasi Water Bombing Padamkan Karhutla Gunung Ciremai


Majalengka, iNet99.id - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terpantau kian meluas. Menanggapi situasi darurat ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendatangi wilayah Majalengka pada Jumat (23/10) guna memimpin langsung penanganan karhutla serta mengoordinasikan strategi pemadaman melalui jalur udara.

Melalui dokumentasi yang dibagikan lewat akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, KDM tampak memantau titik-titik kebakaran di Gunung Ciremai dari udara dengan menaiki helikopter, setelah sebelumnya juga melakukan peninjauan langsung via darat menggunakan kendaraan roda empat.

Helikopter yang membawa KDM kemudian mendarat di area Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sukani, Kabupaten Majalengka. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat tersebut bertujuan memastikan penanggulangan karhutla yang telah menjalar dari Kabupaten Kuningan menuju Majalengka berjalan optimal.

"Kita sudah sampai di landasan udara Sukani," ucap KDM sesaat setelah mendarat.

Setibanya di Lanud Sukani, KDM langsung bergerak cepat menemui jajaran TNI beserta kru penerbang guna merumuskan rencana aksi pemadaman lewat udara, yang salah satunya mengandalkan metode water bombing (pengeboman air).

"Nanti mulai ini jam berapa?" tanya KDM kepada perwira TNI di Lanud Sukani setelah turun dari helikopter.

"Siap izin melaporkan, Bapak. Rencana kami akan melaksanakan persiapan operasi dahulu, kami akan gladikan dahulu, kemudian kami cek perlengkapan. Insyaallah nanti setelah jumatan," jawab perwira TNI tersebut.

"Setelah jumatan baru," kata KDM, memastikan kembali jadwal persiapan operasi.

KDM menaruh harapan besar agar sinergi penanganan lintas sektor ini dapat dieksekusi secara sigap sehingga eskalasi kobaran api bisa segera diredam.

"Udah lancar. Siap, Pak, terima kasih. Apinya segera padam," ucap KDM memberikan semangat kepada tim gabungan.

Insiden kebakaran di kawasan TNGC ini memicu perhatian serius lantaran api terus bergerak masif. Diketahui, titik-titik api yang terbakar berada di kisaran ketinggian 800 hingga 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Peristiwa ini bermula ketika api terdeteksi untuk pertama kalinya pada Rabu (21/10) malam sekitar pukul 20.44 WIB di kawasan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Faktor cuaca seperti hembusan angin yang bertiup kencang serta banyaknya material vegetasi yang mengering akibat musim kemarau diidentifikasi menjadi pemicu cepatnya api merambat hingga melewati batas wilayah antarkabupaten.

Berdasarkan dokumentasi video amatir yang ramai dibagikan di jejaring sosial, tampak jelas kepulan asap pekat serta lidah api merayap dari Blok Cidulang, Kabupaten Kuningan, menuju kawasan Blok Masawah di Kabupaten Majalengka.

"Pantauan dari Bukit Seribu Bintang, titik api cukup jauh. Blok Cidulang terlihat kepulan asap dan api yang sangat besar. Ini sudah masuk daerah Majalengka di persimpangan Blok Masawah. Jadi menyebar sangat cepat dari Kuningan ke Majalengka," ujar perekam video tersebut.

Melalui kehadiran langsung KDM di Lanud Sukani serta dimulainya operasi pemadaman udara pasca-salat Jumat, upaya melumpuhkan titik-titik api di medan perbukitan Gunung Ciremai diharapkan bisa segera membuahkan hasil.

(edtr/asd)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini