TERBONGKAR! Karnaval Pekalongan Berdarah & Berbau Mistik, Pemkab Langsung Ambil Tindakan Tegas!


Pekalongan, iNet99.id - Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya potongan video dari sebuah acara malam pengerahan massa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Acara bertajuk Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang digelar pada Kamis malam, 10 September 2026, mendadak menjadi pusat perhatian nasional.

Kegiatan yang awalnya dimaksudkan sebagai ruang ekspresi seni dan budaya masyarakat setempat ini justru menuai gelombang kritik tajam. Pasalnya, beberapa kelompok peserta menampilkan atribut dan atraksi visual yang dinilai tidak biasa serta menuai tanda tanya besar dari warganet.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait langsung bergerak cepat untuk mengusut tuntas duduk perkara di balik viralnya video tersebut. Langkah mitigasi diambil agar polemik di tengah masyarakat tidak semakin melebar menjadi isu liar yang dapat memecah belah kerukunan.

Di balik kemeriahan yang diusung, acara ini sejatinya merupakan bagian dari tradisi tahunan yang melibatkan partisipasi puluhan kontingen lokal. Namun, fokus publik seketika bergeser ketika durasi-durasi pendek rekaman video menampilkan adegan teatrikal yang dianggap kelewat batas.

Salah satu elemen yang paling disorot dalam barisan karnaval adalah kehadiran figur atau talenta berkostum menyerupai sosok iblis. Tidak hanya itu, atribut visual berupa simbol pentagram turut menghiasi bagian dari properti arak-arakan yang berjalan di tengah kerumunan penonton.

Situasi semakin memanas setelah muncul tayangan video terpisah yang memperlihatkan adegan teatrikal menyerupai penyembelihan hewan berupa kambing. Adegan dengan visual pemotongan hingga bagian kepala terputus tersebut sontak memicu persepsi liar di media sosial yang mengaitkannya dengan ritual satanic.

Menanggapi kehebohan tersebut, pihak panitia penyelenggara akhirnya memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa rangkaian acara tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang disandingkan dengan tradisi khitanan massal ke-61 oleh pengurus setempat.

Panitia berdalih bahwa atribut maupun teatrikal yang ditampilkan murni dimaksudkan sebagai kreativitas seni peran dan ekspresi visual tanpa ada maksud sedikit pun menyebarkan ajaran tertentu. Kendati demikian, pihak penyelenggara mengakui adanya kelemahan dalam hal pengawasan konten penampilan peserta di lapangan.

Di tengah sorotan tajam terhadap jalannya karnaval, suasana berduka turut menyelimuti keluarga besar peserta acara. Salah seorang talenta pengisi acara berinisial AF (40) dikabarkan meninggal dunia pada Jumat dini hari, 11 September 2026, tak lama usai karnaval selesai.

Berdasarkan keterangan pihak berwajib dan keluarga terdekat, almarhum diduga mengalami kelelahan ekstrem setelah beraktivitas seharian penuh dalam persiapan hingga pelaksanaan karnaval. Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum dan meminta agar musibah ini tidak dikait-kaitkan secara keliru dengan insiden pertunjukan yang sedang viral.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan menyatakan akan segera memanggil seluruh panitia pelaksana SKNC 2026. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi mendalam mengenai lolosnya konsep penampilan kontroversial tersebut.

Pemerintah daerah juga berencana menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta tokoh masyarakat setempat untuk meminta pandangan dan masukan komprehensif. Langkah sinergi ini diambil agar pembinaan tradisi budaya ke depan tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai norma sosial dan keagamaan yang berlaku di masyarakat.

iNet99.id
📰 Sumber: Media Sosial dan Google
🖋️ Editor: Andi Setiadi
🛡️ VERIFIED
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini