BREAKING NEWS

Sektor Jagung Majalengka Moncer, Produksi 2026 Diproyeksi 112.111 Ton

Poto Eko/iNet99.id
Ladang jagung di Bantarujeg dalam masa panen. (Foto: Eko W)

Majalengka, iNet99.id — Kabupaten Majalengka mencatatkan kinerja positif di sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Sepanjang 2025, Majalengka berhasil menempati peringkat ketiga serapan jagung se-Jawa Barat, seiring meningkatnya produktivitas dan konsistensi pengembangan komoditas strategis tersebut.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, pemerintah daerah menargetkan produksi jagung pada 2026 mencapai 112.111 ton. Target ini ditopang luas tanam 15.460 hektare dengan estimasi panen 14.842 hektare.

Perbedaan antara luas tanam dan panen terjadi akibat pola tanam lintas tahun. Tanaman jagung yang ditanam pada Oktober–Desember 2025 baru akan dipanen pada 2026, sementara penanaman di akhir 2026 akan berkontribusi pada produksi 2027.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka H. Gatot Sulaeman menyebut capaian serapan jagung tersebut menjadi indikator kuatnya peran Majalengka dalam rantai pasok jagung regional Jawa Barat. Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari kerja petani serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Jagung menjadi salah satu komoditas unggulan Majalengka. Peringkat tiga serapan di Jawa Barat ini menunjukkan kinerja produksi yang stabil dan berkelanjutan,” kata Gatot, Selasa (13/1/2026).

Dari sisi dukungan produksi, pemerintah daerah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian. Pada 2025, sentra panen jagung di Desa Sindanghurip, Kecamatan Bantarujeg, menerima satu unit alat perontok jagung (corn sheller) serta bantuan benih jagung APBN seluas 80 hektare atau sekitar 1.200 kilogram yang disalurkan kepada lima kelompok tani.

Bantuan tersebut dinilai berkontribusi pada efisiensi panen dan penurunan biaya produksi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan serapan jagung di tingkat daerah.

Secara geografis, lahan jagung Majalengka tersebar di sejumlah kecamatan seperti Majalengka, Bantarujeg, Maja, dan Banjaran. Wilayah ini menjadi basis utama produksi jagung kabupaten dan berperan penting dalam menjaga pasokan jagung Jawa Barat.

Dari sisi petani, dukungan pemerintah dinilai membantu menjaga keberlanjutan usaha tani. Maman (45), petani jagung asal Kecamatan Bantarujeg, berharap stabilitas harga jagung tetap terjaga agar peningkatan produksi sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Dengan bantuan benih dan alat pertanian, produksi lebih baik dan panen bisa terserap. Yang kami harapkan harga tetap stabil. 


Pewarta •Eko.W


Jagunng DKP3 Produksi Jagung Komoditas
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini