Suami Siri Diduga Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Sempat Antar Keluarga Korban Lapor Polisi

Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan wanita bernama Dini Hardiyanti (30) serta anaknya laki-laki berinisial AGEF (4) asal Kabupaten Bogor saat dibawa ke Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (26/10/2026). Foto: kumparan

MADIUN, iNet99.id
— Kasus hilangnya Dini Hardiyanti (30) dan putranya, AGEF (4), yang berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Polisi menangkap Dwi Bagus Martono yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap kedua korban setelah keluarga melaporkan kehilangan mereka sejak 20 September 2026.

Dini diketahui merupakan istri siri Bagus, sedangkan AGEF adalah anak Dini dari pernikahan sebelumnya. Dini tercatat sebagai warga Kabupaten Bogor, sementara Bagus berasal dari Kota Madiun, Jawa Timur. Hilangnya ibu dan anak tersebut sempat menjadi perhatian setelah informasi pencarian mereka beredar di media sosial.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Bagus bersama Dini dan anaknya sempat berada di sebuah kamar hotel di wilayah Kota Madiun. Di lokasi itu, Bagus dan Dini terlibat pertengkaran yang diduga berkaitan dengan persoalan kecemburuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dini diduga mencurigai Bagus menjalin hubungan dengan perempuan lain. Sementara itu, Bagus dikabarkan masih terikat perkawinan dengan perempuan lain. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran hebat yang diduga berujung pada penganiayaan terhadap korban.

Jumhur menjelaskan, Bagus diduga mencekik Dini hingga meninggal dunia. Setelah itu, jasad Dini dimasukkan ke dalam mobil. Pelaku kemudian meninggalkan hotel bersama AGEF, sebelum anak tersebut diduga turut dibunuh dengan cara dicekik di dalam kendaraan.

"Jadi terkait berita viral kehilangan ibu dan anak satu bulan yang lalu ya, berhasil kita ungkap, ternyata satu bulan hilang itu akibat tindak pidana pembunuhan," kata Jumhur di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (26/10).

"Jadi, dilakukan oleh suami sirinya, karena pertengkaran di sebuah hotel di wilayah Madiun Kota, terus dibunuh dengan cara mencekik, dibawa keluar hotel, dan anaknya sendiri pun diperlakukan yang sama, tapi beda tempat, di dalam mobil," lanjut Jumhur.

Selama sekitar satu bulan sejak kedua korban dinyatakan hilang, keluarga Dini di Bogor tidak memperoleh kabar mengenai keberadaan mereka. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Polres Madiun Kota. Belakangan, polisi menemukan kejanggalan dalam perkara itu hingga penyelidikan ditingkatkan dengan dukungan Polda Jawa Timur.

Hal yang mengejutkan, Bagus diduga sempat ikut mengantar keluarga korban ke Polres Madiun Kota untuk membuat laporan kehilangan. Kehadiran pelaku bersama keluarga saat pelaporan membuat pihak keluarga sempat meyakini bahwa Dini dan anaknya benar-benar hilang.

"Iya, jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun melapor, ya, mengantar ke Polres Madiun Kota melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan ya itu memang tadinya dipercayai bahwa hilang gitu," kata Jumhur.

Jumhur menyebut keterlibatan Polda Jawa Timur dalam membantu penyelidikan didasari adanya sejumlah kejanggalan. Setelah pendalaman dilakukan, kasus hilangnya ibu dan anak tersebut akhirnya mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

"Kita dari Polda back up menilai ada kejanggalan-kejanggalan dan alhamdulillah hari ini bisa terungkap," ungkap Jumhur.

Dalam pengembangan perkara, polisi sementara ini telah menangkap satu orang yang diduga terlibat, yakni Bagus. Penyidik belum menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan sehingga pendalaman masih terus dilakukan. Polisi juga mengamankan dua mobil, yakni Mitsubishi Pajero dan Suzuki Karimun, serta satu sepeda motor yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

"Pengakuan sementara masih satu orang dan nanti kita masih kita kembangkan ke kemungkinan ada pelaku-pelaku lainnya," kata dia.

Polisi turut mendalami dugaan upaya pelaku menghilangkan jejak setelah pembunuhan. Menurut keterangan Jumhur, jasad kedua korban diduga dibakar di pekarangan belakang rumah pelaku, kemudian dimasukkan ke mesin penggiling daging dan dibakar kembali. Penyidik kini mengumpulkan barang bukti serta mencari potongan tulang yang kemungkinan masih berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging, ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut," jelas Jumhur.

"Sementara beberapa barang bukti sudah kita bisa amankan. Nah, tinggal kita melakukan mencari potongan-potongan tulang yang mungkin masih ada di seputaran TKP," ujar Jumhur.

(edtr/asd)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini