ADVERTISEMENT
Iklan

Pikulan Bakso Meledak di Ujungberung Bandung, Pedagang Alami Luka Bakar, Warga Turun Tangan

Foto: Ilustrasi

Ringkasan Berita:

Pikulan bakso meledak di Kompleks Taruna, Pasir Endah, Ujungberung, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026). Pedagang mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Warga memberikan pertolongan dan berencana mengumpulkan santunan. Dugaan sementara ledakan berkaitan dengan gas portabel, tetapi penyebab pastinya belum terkonfirmasi.

BANDUNG, iNET99.id — Suara ledakan mengejutkan warga Kompleks Taruna, Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Ledakan tersebut berasal dari pikulan bakso yang dibawa seorang pedagang saat berjualan dan menyebabkan korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.

Pengurus RW 2 Taruna, Yuyun Rosiyani, mengaku mendengar suara keras yang membuat warga sekitar terkejut. Saat kejadian berlangsung, sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah masing-masing.

“Saat itu saya mendengar seperti ledakan. Kalau dibilang seperti bom mungkin terlalu besar, tetapi seperti ledakan yang membuat semua warga di sini kaget. Saya pikir ada benda jatuh dari atas,” kata Yuyun, Sabtu (17/10). Dikutip dari Kumparan.com

Karena penasaran dengan suara tersebut, Yuyun bersama sejumlah tetangganya bergegas keluar rumah untuk memastikan apa yang terjadi. Mereka kemudian mendapati pedagang bakso itu dalam kondisi tubuh terkena api.

Menurut Yuyun, pedagang tersebut langsung melepaskan barang bawaan yang dipikulnya. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian berusaha memberikan pertolongan dengan menyiramkan air untuk memadamkan api yang mengenai tubuh korban.

“Begitu mendengar ledakan, saya keluar bersama tetangga. Ternyata api sudah mengenai seluruh badannya. Kemudian dia melepaskan tanggungannya, lalu disiram air oleh tetangga yang lainnya,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar yang terlihat pada sejumlah bagian tubuh, mulai dari wajah, leher, kepala, hingga tangan. Luka juga tampak pada bagian telapak tangan pedagang tersebut.

Warga sempat menawarkan bantuan untuk mengantar korban ke dokter agar mendapatkan penanganan medis. Namun, Yuyun mengatakan pedagang itu menolak ketika warga berusaha membawanya berobat.

“Kita berusaha menolongnya sampai menawarkan untuk dibawa ke dokter, tetapi bapaknya tidak mau diantar,” tuturnya.

Setelah situasi mereda, warga turut membersihkan jalan di sekitar lokasi kejadian. Berbagai bahan dagangan milik korban, seperti bakso, bihun, dan bumbu-bumbu, terlihat berserakan akibat insiden yang terjadi ketika pedagang tersebut sedang mencari nafkah.

Yuyun menduga ledakan berkaitan dengan penggunaan gas portabel untuk memasak. Dugaan itu muncul karena pedagang bakso tersebut menggunakan kompor berukuran kecil yang biasa dipakai untuk kegiatan berkemah, bukan kompor dengan tabung gas berukuran besar.

“Kalau melihatnya, sepertinya dari gasnya. Dia menggunakan gas portabel, kompornya juga yang biasa dibawa ke gunung, seperti orang mau berkemah,” ucapnya.

Meski belum mengetahui secara pasti penyebab ledakan, Yuyun menyebut pedagang tersebut sudah cukup dikenal warga karena kerap berjualan di kompleks itu. Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui nama pedagang tersebut hingga insiden terjadi.

Dari kondisi bahan dagangan yang masih tersisa cukup banyak, Yuyun memperkirakan pedagang itu baru memulai aktivitas berjualannya pada hari tersebut. Bakso dan bihun yang dibawanya masih terlihat dalam jumlah cukup besar ketika kejadian berlangsung.

“Sepertinya dia masih baru keluar untuk berjualan. Saya lihat bahan-bahan bakso dan bihunnya masih banyak sekali,” katanya.

Yuyun menambahkan, setelah insiden tersebut korban masih terlihat syok sehingga belum dapat diajak berbicara banyak. Melihat kondisi pedagang yang mengalami musibah, warga berinisiatif memberikan bantuan uang seadanya untuk membantu kebutuhan korban, termasuk biaya pengobatan.

Warga merasa prihatin karena selain mengalami luka bakar, korban juga kehilangan kesempatan untuk menjual dagangannya. Bahan-bahan yang menjadi modal usahanya telah berhamburan di jalan dan tidak bisa lagi dipasarkan seperti biasa.

“Kita kasihan, takutnya dia tidak makan. Modalnya saja sudah berserakan di mana-mana, bakso, bihun, dan segala macamnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pedagang yang tertimpa musibah, Yuyun mengatakan pengurus RT bersama warga berencana menghimpun bantuan melalui grup WhatsApp. Dana yang terkumpul nantinya direncanakan diberikan sebagai santunan untuk membantu meringankan beban korban.

“Rencananya, tadi di grup WhatsApp Pak RT dan warga, kita mau berusaha mengumpulkan dana dari warga untuk memberikan santunan,” pungkasnya.

Hingga keterangan yang disampaikan Yuyun tersebut, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. Dugaan mengenai gas portabel masih berdasarkan pengamatan warga dan belum merupakan hasil pemeriksaan teknis.


Editor: Andi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini