ADVERTISEMENT
Iklan

Bahlil Ungkap 11 Ribu Desa Masih Gelap, Pemerintah Targetkan Seluruh Desa Terlayani pada 2029–2030


Ringkasan Berita:

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut sekitar 11.000 desa belum memperoleh akses listrik. Pemerintah menargetkan seluruh desa terlayani pada 2029–2030 melalui Program Lisdes dan BPBL. Di Karawang, BPBL 2026 menargetkan 683 rumah tangga.

KARAWANG, iNET99.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut masih terdapat sekitar 11.000 desa yang belum memperoleh akses listrik. Selain itu, jutaan rumah tangga di Indonesia belum memiliki sambungan listrik sendiri.

Pemerintah daerah bersama PT PLN (Persero) diminta terus mengidentifikasi desa, dusun, hingga rumah tangga yang membutuhkan penanganan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target seluruh desa di Indonesia dapat menikmati listrik pada 2029–2030.

Bahlil menjelaskan, pemerintah menjalankan Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk memperluas akses listrik, terutama bagi masyarakat di wilayah yang belum terlayani secara memadai.

Melalui Program Lisdes Tahun Anggaran 2025, pemerintah membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 0,549 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah sepanjang 0,91 kilometer sirkuit, serta satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA di Dusun Prau Bosok. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk melayani 93 calon pelanggan rumah tangga.

Program Lisdes dilengkapi dengan BPBL yang menyasar rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri. Bantuan tersebut mencakup instalasi listrik rumah, pengujian dan Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan ke jaringan PLN dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000.

Menurut Bahlil, kedua program tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. Lisdes menghadirkan dan memperkuat jaringan listrik hingga wilayah yang belum terjangkau secara memadai, sedangkan BPBL membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik sendiri.

"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026). Dikutip dari Detik Finance


Capaian BPBL di Kabupaten Karawang

Di Kabupaten Karawang, program BPBL pada 2025 telah menjangkau 915 rumah tangga. Sementara itu, pada 2026 program tersebut menargetkan 683 rumah tangga.

Dari target tersebut, sebanyak 299 rumah tangga dilaporkan telah menyala, 360 rumah tangga telah terpasang dan menunggu penyalaan, sedangkan 24 rumah tangga lainnya masih dalam tahap pemasangan instalasi.

Khusus di Kecamatan Cilamaya Wetan, target BPBL pada 2026 mencapai 52 rumah tangga. Program ini diharapkan membantu warga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri agar dapat menikmati layanan listrik di rumah masing-masing.


Program Lisdes dan BPBL di Jawa Barat

Pada tingkat Provinsi Jawa Barat, Program Lisdes tahun 2025 telah menjangkau 210 lokasi dan melayani 10.893 pelanggan. Adapun BPBL pada tahun yang sama diberikan kepada 15.831 rumah tangga.

Untuk 2026, program BPBL di Jawa Barat ditargetkan menjangkau 25.000 rumah tangga. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik sendiri.

Pemerataan akses listrik diharapkan tidak hanya membantu penerangan rumah warga, tetapi juga menunjang kegiatan belajar, membuka peluang usaha produktif, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan perluasan jaringan melalui Lisdes serta bantuan sambungan melalui BPBL, pemerintah berupaya mempersempit kesenjangan akses listrik antardaerah. Pencapaian target seluruh desa berlistrik pada 2029–2030 akan bergantung pada pelaksanaan program serta identifikasi kebutuhan di lapangan.


Editor: Andi Setiadi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini