520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat, 9 Fasilitas Umum Ikut Terdampak
0 menit baca
![]() |
| Ilustrasi Puting beliung, Foto: pexels.com |
BANDUNG BARAT, iNET99.id — Bencana angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 520 rumah warga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, menyampaikan bahwa kerusakan tersebar di Desa Padalarang, Desa Jayamekar, dan Desa Kertajaya. Dari ketiga wilayah itu, Desa Padalarang mencatat jumlah rumah terdampak paling banyak.
"Hingga pencatatan hari ini, total 520 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung, itu tersebar di tiga desa yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar," katanya saat dikonfirmasi di Bandung Barat, Selasa (27/10), dikutip dari CNN Indonesia.
Berdasarkan rincian pendataan, Desa Padalarang mengalami kerusakan pada 398 rumah. Jumlah tersebut terdiri atas 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat.
Sementara itu, di Desa Jayamekar tercatat 95 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 71 rumah masuk kategori rusak ringan, sedangkan 24 rumah lainnya mengalami kerusakan berat.
Di Desa Kertajaya, BPBD mencatat 27 rumah terdampak angin puting beliung. Rinciannya meliputi 14 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, serta sembilan rumah rusak ringan.
Selain permukiman warga, bencana tersebut turut menyebabkan kerusakan pada sembilan fasilitas umum. Sebanyak tujuh bangunan berada di Desa Padalarang, sedangkan dua bangunan lainnya terletak di Desa Kertajaya.
Sejumlah fasilitas publik yang terdampak mencakup masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, serta bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kerusakan fasilitas tersebut menambah dampak bencana di kawasan permukiman yang terdampak.
Pasca kejadian, petugas gabungan bersama masyarakat melakukan pembersihan di sejumlah lokasi. Kegiatan tersebut difokuskan pada penyingkiran puing-puing dan material bangunan yang roboh akibat terjangan angin kencang.
"Petugas gabungan bersama warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin," katanya.
Upaya pembersihan dilakukan melalui gotong royong antara petugas dan warga setempat. Langkah ini menjadi bagian dari penanganan awal untuk membersihkan area terdampak dari material bangunan yang berserakan.
BPBD Kabupaten Bandung Barat juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat yang disertai angin kencang dapat menimbulkan risiko tambahan, terutama di wilayah yang memiliki pepohonan rawan tumbang atau bangunan yang kondisinya tidak kokoh.
Masyarakat diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca dan kebencanaan dari pihak berwenang. Potensi bencana yang perlu diwaspadai meliputi pohon tumbang, kerusakan bangunan, banjir, hingga tanah longsor, terutama ketika hujan deras dan angin kencang terjadi.
(edtr/asd)
.jpg)