BREAKING NEWS

Serangan Drone dan Roket Hantam Pusat AS di Bandara Baghdad, Delapan Serangan Terjadi Semalaman

Poto Ilustrasi

JAKARTA | iNet99.id – Delapan serangan semalaman menargetkan pusat diplomatik dan logistik Amerika Serikat (AS) di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Pusat diplomatik dan logistik AS di Baghdad sudah berulang kali jadi sasaran drone dan roket sejak perang di Timur Tengah berkecamuk.

Dilansir AFP, Minggu (22/3/206), beberapa gelombang keberangkatan fasilitas AS terjadi pada Sabtu (21/3) dari bandara, menurut sumber keamanan Irak lainnya, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah tersebut.

"Delapan serangan terpisah, yang dilakukan hingga subuh dengan roket dan drone, menargetkan pusat AS," kata pejabat keamanan senior itu kepada AFP, menambahkan bahwa "beberapa roket mendarat di dekat pangkalan".

Seorang pejabat keamanan kedua mengatakan telah terjadi setidaknya enam serangan, dengan sumber polisi mengatakan sebuah peluncur roket ditemukan di distrik Baghdad dekat bandara.

Pusat diplomatik dan logistik AS terletak di kompleks bandara internasional, yang telah berulang kali menjadi sasaran sejak dimulainya perang di Timur Tengah pada 28 Februari.

Kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kepentingan AS di Irak dan di seluruh wilayah, sementara serangan juga menargetkan kelompok-kelompok ini.

Sebuah gerakan yang dikenal sebagai Perlawanan Islam di Irak mengklaim bertanggung jawab pada Minggu (22/3) pagi, atas 21 serangan drone dan roket yang dilakukan dalam 24 jam terakhir "terhadap pangkalan penjajah" di Irak dan Timur

Kelompok tersebut telah lama menuntut penarikan pasukan AS dari negara itu.

Setelah serangkaian serangan, Kedutaan Besar AS di Baghdad tidak menjadi sasaran untuk malam keempat berturut-turut, setelah kelompok bersenjata berpengaruh yang didukung Iran, Kataib Hizbullah, berjanji pada Kamis (19/3)--dengan syarat tertentu--untuk menghentikan serangan selama lima hari.

Ketika ditanya oleh AFP tentang penarikan personel dari Kedutaan Besar AS di Baghdad dan konsulatnya di Kurdistan Irak, juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan misi tersebut "tetap terbuka meskipun sedang dalam perintah untuk meninggalkan Irak".

"Tim kami di Irak terus meninjau semua tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan personel dan fasilitas pemerintah AS," tambah mereka.***



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini