Presiden KSPI Said Iqbal Tantang Dedi Mulyadi: Jangan Adu Nyali dengan Buruh dan Orang Miskin
Bandung, iNet99.id - Ketegangan antara kalangan serikat buruh dan elite politik kembali memanas. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, melontarkan tantangan terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam sebuah aksi unjuk rasa buruh di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Pernyataan keras tersebut disampaikan Said Iqbal saat berorasi di atas mobil komando di hadapan ribuan massa buruh. Ia menilai sikap dan konten media sosial yang kerap dibuat Dedi Mulyadi berpotensi menyinggung serta merendahkan kaum buruh dan masyarakat kecil.
Dalam orasinya, Said Iqbal secara tegas meminta Dedi Mulyadi untuk tidak memancing emosi dan perlawanan dari kalangan buruh. Ia mengingatkan agar KDM tidak mencoba “adu nyali” dengan rakyat kecil yang selama ini hidup dalam tekanan ekonomi.
“KDM jangan coba-coba adu nyali dengan orang miskin! KDM jangan coba-coba adu nyali dengan buruh, orang-orang yang terpuruk!” seru Said Iqbal yang disambut sorak-sorai massa aksi.
Said Iqbal menilai, kaum buruh memiliki sejarah panjang dalam menghadapi ketidakadilan. Oleh karena itu, menurutnya, buruh tidak akan gentar menghadapi intimidasi atau narasi yang menyudutkan mereka, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Ia juga mengkritik penggunaan media sosial yang dinilai sering dijadikan alat untuk membangun opini sepihak dan menekan kelompok tertentu. Menurut Said Iqbal, praktik tersebut justru berpotensi memperlebar jurang sosial antara penguasa dan rakyat kecil.
Tidak berhenti di situ, Said Iqbal secara terbuka menantang Dedi Mulyadi untuk membuat konten yang secara langsung membahas dirinya jika memang berani berhadapan langsung dengan gerakan buruh.
“Sampaikan sama KDM, silakan dia bikin konten tentang saya. Saya tantang KDM! Silakan kau suruh pengikutmu bertemu dengan kita di sini,” ujar Said Iqbal dengan nada lantang.
Ia menegaskan bahwa perdebatan seharusnya tidak hanya terjadi di dunia maya, melainkan dilakukan secara terbuka dan langsung di hadapan publik. Menurutnya, dialog langsung lebih mencerminkan keberanian dan tanggung jawab seorang pemimpin.
Said Iqbal juga menyinggung kondisi buruh yang selama ini terbiasa hidup dalam keterbatasan. Ia menyebut bahwa buruh telah lama merasakan kemiskinan, penindasan, dan ketidakadilan struktural.
“Enggak usah main sosmed-sosmed, ngancam-ngancam. Kita sudah terbiasa miskin, terbiasa tertindas, terbiasa dizalimi. Jangan tantang nyalinya buruh,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dedi Mulyadi terkait tantangan terbuka dan pernyataan keras yang disampaikan Said Iqbal dalam aksi tersebut.
Situasi ini menambah daftar panjang dinamika hubungan antara gerakan buruh dan para pengambil kebijakan. Publik kini menanti apakah polemik ini akan berujung pada dialog terbuka atau justru semakin memanas di ruang publik dan media sosial.
Red.
