23 Prajurit Marinir TNI AL Jadi Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat, 4 Ditemukan Meninggal
0 menit baca
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa 23 prajurit Marinir TNI AL menjadi korban dalam peristiwa longsor tersebut. Para prajurit diketahui tengah menjalani latihan pra-tugas sebagai bagian dari persiapan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini saat bencana terjadi.
"Ada 23 Marinir yang terkubur dalam tanah longsor. Saat ini, hanya empat yang ditemukan tewas, dan yang lainnya masih hilang," ujarnya kepada media di Kompleks Parlemen Jakarta Pusat pada Senin. Dikutip dari Antaranews.com.
Hingga laporan terbaru, empat prajurit Marinir telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian dan diduga tertimbun material longsor berupa tanah dan bebatuan.
"Hal itu mungkin menyebabkan tanah longsor, yang menimpa warga sebuah desa, dan secara kebetulan, prajurit kita sedang berlatih di sana," katanya.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai instansi. Untuk mempercepat pencarian, petugas mengerahkan alat berat, drone pemantau, serta anjing pelacak, meski upaya tersebut dihadapkan pada medan yang curam dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
Selain menelan korban dari kalangan prajurit, longsor juga merusak sejumlah rumah warga dan fasilitas umum, memaksa penduduk di sekitar lokasi kejadian mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah terdampak.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi TNI dan masyarakat Indonesia, khususnya keluarga para prajurit yang menjadi korban. Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026, berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Selain itu, sekitar 12 anjing pelacak K-9 dari kepolisian nasional dan kantor pencarian dan penyelamatan Semarang dikerahkan pada hari Senin untuk membantu menemukan korban yang terkubur di bawah sedimen.
iNet99.id akan terus mencari informasi terkini terkait bencana longsor di Cisarua kabupaten Bandung Barat.
Red.
