BREAKING NEWS

UNIFIL Ditembaki Tank Israel di Lebanon, PBB Geram: “Hentikan Serangan ke Penjaga Perdamaian!”


Lebanon, iNet99.id - Pasukan Penjaga Perdamaian Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali menjadi sasaran tembakan pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon pada Selasa (9/11). Insiden tersebut memicu kecaman keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menuntut Israel segera menghentikan aksi-aksi agresif terhadap pasukan perdamaian internasional.

Menurut laporan AFP, penembakan terhadap pasukan UNIFIL ini merupakan salah satu insiden terbaru yang terjadi di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel. Padahal, UNIFIL selama ini bertugas sebagai penyangga antara kedua pihak serta bekerja sama dengan Angkatan Darat Lebanon untuk menjaga keberlangsungan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Dalam keterangan resminya, UNIFIL mengungkapkan bahwa penjaga perdamaian yang tengah berpatroli menggunakan kendaraan di sepanjang Garis Biru ditembaki oleh tentara Israel (IDF) dari sebuah tank Merkava. Peristiwa itu terjadi di wilayah Lebanon dan telah mengancam keselamatan personel PBB yang sedang menjalankan tugasnya.

UNIFIL merinci bahwa satu tembakan awal, disusul rentetan sepuluh peluru senapan mesin, dilepaskan ke arah konvoi mereka. Tidak berhenti sampai di situ, empat rentetan tambahan yang masing-masing berisi sepuluh peluru kembali ditembakkan saat patroli berlangsung. Beruntung, seluruh personel UNIFIL berhasil selamat tanpa luka.

Yang memperburuk situasi, UNIFIL menyebut bahwa militer Israel sebenarnya telah menerima pemberitahuan mengenai rute dan waktu patroli penjaga perdamaian tersebut. Dengan demikian, serangan itu dinilai sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi memicu eskalasi konflik di kawasan yang sudah sangat sensitif.

Melalui saluran komunikasi resmi, UNIFIL segera meminta IDF menghentikan tembakan. Respons cepat tersebut mencegah jatuhnya korban jiwa, namun insiden ini menambah catatan panjang tindakan agresif yang merugikan pasukan internasional di wilayah itu.

Bukan kali ini saja UNIFIL menjadi target. Pada bulan lalu, pasukan penjaga perdamaian juga dilaporkan ditembaki tentara Israel. Saat itu, militer Israel mengklaim bahwa mereka salah mengira helm biru UNIFIL sebagai “tersangka” dan menganggap tembakan tersebut sebagai peringatan.

Jika ditarik lebih jauh ke belakang, pada Oktober tahun lalu UNIFIL melaporkan adanya anggota mereka yang terluka akibat granat Israel yang dijatuhkan dekat posisi PBB di wilayah selatan Lebanon. Rangkaian insiden ini memperlihatkan meningkatnya risiko yang dihadapi pasukan internasional dalam menjalankan misi menjaga stabilitas kawasan.

UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap atau di sekitar posisi penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Resolusi tahun 2006 tersebut menjadi dasar gencatan senjata yang kembali ditegaskan pada November 2024 untuk meredam ketegangan antara Israel dan Lebanon.

PBB menyerukan kepada Israel untuk menghentikan seluruh tindakan agresif terhadap pasukan UNIFIL serta menjamin keamanan dan kebebasan gerak mereka di sepanjang Garis Biru. UNIFIL menegaskan bahwa para penjaga perdamaian bekerja untuk membangun kembali stabilitas, sehingga segala bentuk serangan hanya akan mengancam upaya perdamaian yang sangat rapuh di kawasan tersebut.



News Politik Amerika Serikat Berita Dunia
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini