BREAKING NEWS

Ratusan Mahasiswa dan Buruh Bakar Ban saat Demo di DPRD Majalengka

Aksi bakar ban warnai demo di depan gedung DPRD Majalengka. (Foto : Eko)

Majalengka, Inet99.id. Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas bersama massa buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Majalengka, Jalan KH Abdul Halim, Senin (1/9). Aksi ini sempat memanas setelah massa membakar ban bekas di pintu masuk gedung dewan hingga menimbulkan kepulan asap tebal.

Massa datang berkelompok sambil membawa spanduk dan atribut organisasi. Mereka bergantian berorasi dengan pengeras suara, menuntut wakil rakyat agar lebih serius menyerap aspirasi masyarakat.

Beberapa peserta aksi juga melakukan teatrikal dengan menyalakan ban sebagai simbol protes terhadap kebijakan pemerintah dan Polri yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Situasi sempat ricuh ketika massa terlibat dorong-dorongan dengan aparat kepolisian. Namun aksi tetap berjalan kondusif setelah pengamanan gabungan TNI-Polri dan Satpol PP melakukan pengendalian. Kapolres Majalengka bahkan turun langsung ke lokasi untuk menenangkan massa.

“Silakan sampaikan aspirasi, tapi tetap tertib dan tidak anarkis,” imbau Kapolres di depan peserta aksi.


DPRD Turun Menemui Massa

Ketegangan akhirnya mereda setelah Ketua, Wakil Ketua, dan sejumlah anggota DPRD Majalengka menemui massa. Mereka duduk bersama demonstran di aspal Jalan KH Abdul Halim untuk berdialog.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menyinggung kasus tewasnya Affan, seorang driver ojek online yang dilindas oknum Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta beberapa hari lalu. Mereka mendesak agar Kapolri segera dicopot.

“Kami kecewa dengan tindakan represif kepolisian yang menghilangkan nyawa driver ojol. Kami minta Kapolri segera dicopot,” teriak salah satu orator.

Selain isu nasional, massa juga menyoroti kinerja DPRD Majalengka. Mereka menilai dewan gagal menjalankan fungsi legislasi dan advokasi sepanjang setahun terakhir.

Tuntutan yang mereka bawa di antaranya:

  • Ketiadaan perda strategis, seperti perda kepemudaan dan RT-RW
  • Buruh tak kunjung sejahtera
  • Pendidikan dalam RPJMD yang dianggap gagal
  • Program nyata untuk masyarakat tidak berjalan
  • Transparansi dana CSR yang dipertanyakan
  • Aksi baru selesai setelah dialog panjang hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Meski bubar tertib, massa menegaskan akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak digubris.


Pewarta •Eko
Editor •Andi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini