Kerusuhan Nepal Kian Mencekam, Menteri Keuangan Jadi Sasaran Amarah Massa
0 menit baca
INET99.ID - Gelombang kerusuhan di Nepal memasuki babak baru. Pada Rabu siang, 10 September 2025, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan, Bishnu Prasad Paudel, menjadi sasaran amarah massa di Kathmandu. Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan Paudel berlari di tepi sungai sambil dikejar oleh dua orang demonstran, sebelum akhirnya terlihat dipukul.
Ratusan pengunjuk rasa memenuhi pinggiran sungai, menciptakan suasana kacau. Kejadian itu menandai eskalasi terbaru dari protes besar-besaran yang telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Unjuk rasa yang awalnya menolak larangan terhadap 26 aplikasi media sosial, termasuk Facebook dan X, kini berkembang menjadi aksi perlawanan yang lebih luas. Massa menuding pemerintah gagal mengelola negara di tengah krisis korupsi dan ekonomi yang tak kunjung membaik.
Sejak awal pekan, bentrokan antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan pecah di berbagai kota besar seperti Kathmandu, Pokhara, Butwal, hingga Birgunj. Laporan resmi menyebut sedikitnya 22 orang tewas, sementara lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka.
Puncak ketegangan terjadi pada Selasa malam. Rumah milik mantan Perdana Menteri Jhala Nath Khanal menjadi sasaran massa. Istrinya, Rajyalaxmi Chitrakar, sempat terjebak di dalam rumah saat bangunan itu dibakar. Ia berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Kirtipur Burn dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka bakar parah.
Tragedi ini menambah daftar korban jiwa dalam gelombang kerusuhan yang semakin meluas. Aksi-aksi kekerasan berlangsung tidak hanya di pusat ibu kota, tetapi juga menyebar ke wilayah lain, memperlihatkan skala protes yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu dekade terakhir.
Di jalanan, aparat kepolisian dan militer berusaha mengendalikan situasi dengan gas air mata, peluru karet, hingga tembakan senjata api. Kendaraan lapis baja dan helikopter dikerahkan, sementara jam malam diberlakukan di sejumlah kota.
Namun langkah-langkah itu tidak sepenuhnya meredam kemarahan publik. Justru, semakin banyak kelompok masyarakat yang turun ke jalan, menuntut perubahan drastis dalam sistem pemerintahan.
Sementara itu, video Menteri Keuangan yang dipukuli massa beredar luas di media sosial, menjadi simbol perlawanan generasi muda terhadap elite politik Nepal. Insiden tersebut memperlihatkan betapa cepatnya situasi dapat berubah menjadi anarki.
Kini, Nepal berada di persimpangan sejarah. Gelombang protes yang bermula dari penolakan kebijakan digital telah berkembang menjadi krisis nasional, dengan korban jiwa berjatuhan dan stabilitas politik negara berada di ujung tanduk.***
Sumber : akun ig @tasawarabbasuk
Klik disini vidionya
