BREAKING NEWS

Ilmuwan Asal Malang Ciptakan Beras Protein Tinggi Pertama di Dunia, Bisa Jadi Solusi Pangan Global



INET99.ID - Dunia ilmu pengetahuan kembali dihebohkan oleh temuan menakjubkan dari putra terbaik Indonesia. Profesor Herry S. Utomo, ilmuwan asal Malang yang kini mengabdi di Louisiana State University, Amerika Serikat, berhasil menciptakan varietas beras revolusioner bernama Cahokia Rice.  

Beras istimewa ini bukan sekadar sumber karbohidrat biasa. Yang membuatnya spesial adalah kandungan proteinnya yang mencapai 50% lebih tinggi dibanding beras pada umumnya. Artinya, setiap suapan nasi ini memberikan nutrisi setara dengan mengonsumsi sumber protein seperti kacang-kacangan atau daging ayam.  

Keunggulan Cahokia Rice tidak berhenti di situ. Beras hasil penelitian bertahun-tahun ini juga memiliki indeks glikemik rendah, sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes atau mereka yang sedang menjalani program diet sehat. Selain itu, proses budidayanya yang khusus membuat beras ini memiliki kadar arsenik yang lebih rendah, menjadikannya lebih aman untuk dikonsumsi jangka panjang.  

Yang lebih membanggakan, meskipun dikembangkan di Amerika, sang profesor tidak melupakan tanah airnya. Melalui platform IDN-U, Profesor Herry aktif berbagi ilmu dan teknologi dengan peneliti-peneliti di Indonesia. Harapannya, suatu saat varietas beras unggulan ini bisa dikembangkan di tanah air.

Para ahli memperkirakan, jika diproduksi secara massal, Cahokia Rice berpotensi menambah pasokan protein global hingga 1 juta ton per tahun. Angka yang sangat signifikan dalam upaya memerangi masalah kelaparan dan kekurangan gizi di berbagai belahan dunia.

Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa putra-putri Indonesia mampu bersaing dan memberikan kontribusi berarti di kancah ilmu pengetahuan internasional. Cahokia Rice tidak hanya menjadi kebanggaan Malang, tapi juga kebanggaan seluruh bangsa Indonesia.

Fakta Singkat Cahokia Rice :
  • Dikembangkan oleh Prof. Herry S. Utomo, ilmuwan asal Malang  
  • Kandungan protein 50% lebih tinggi dari beras biasa  
  • Indeks glikemik rendah, baik untuk penderita diabetes  
  • Kadar arsenik lebih rendah dibanding beras konvensional  
  • Sedang dijajaki untuk dikembangkan di Indonesia  

Inovasi seperti ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, anak bangsa bisa menciptakan terobosan yang bermanfaat bagi seluruh dunia. Siapa yang tidak bangga dengan prestasi seperti ini?


Sumber •Times, LSU

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini