BREAKING NEWS

Angkot Pintar Bandung Rp500 M, Dewan: Butuh Kajian Matang

poto wikipedia


INET99.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersiap meluncurkan Angkot Pintar, angkutan kota berbasis aplikasi yang diklaim akan merevolusi transportasi publik di Kota Kembang dalam mengatasi kemacetan.


Dijadwalkan beroperasi pada 2026, program ini bakal menelan anggaran jumbo Rp500 miliar dari APBD murni. Namun, di balik ambisi besar ini, DPRD Kota Bandung menyerukan kehati-hatian agar dana ratusan miliar tersebut tidak sia-sia.


Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, mengapresiasi inisiatif ini sebagai solusi potensial untuk mengatasi kemacetan yang kian parah di Bandung.


“Kami sangat mengapresiasi, karena kemacetan adalah masalah krusial. Mudah-mudahan ini jadi solusi untuk masyarakat,” ujar Andri kepada Jabar Ekspres di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Rabu, 25 Juni 2025.


Namun, ia menekankan perlunya kajian mendalam untuk Angkot Pintar tersebut. “Anggaran Rp500 miliar bukan jumlah kecil. Kajian harus matang agar tepat sasaran,” tegas Andri.


Menurut Andri, Pemkot perlu fokus mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan kemacetan secara bertahap. “Kalau anggaran tidak fokus, ini seperti mengarungi lautan. Harus ada prioritas agar program ini efektif,” katanya.


Ia juga menyebut bahwa rencana Angkot Pintar yang digulirkan pemkot itu telah diekspos ke DPRD. Pihaknya kata Andri, telah melakukan studi banding ke Jakarta, yang dianggap berhasil mengelola transportasi publik.


Di lokasi yang sama, AA Abdul Rozak, anggota Komisi III DPRD Kota Bandung lainnya, menegaskan bahwa anggaran Rp500 miliar masih realistis dalam konteks APBD Bandung yang mencapai Rp7,8 triliun.


“Anggaran ada, tapi ini harus masuk program prioritas Wali Kota dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kalau tidak, ini bukan bagian dari rencana strategis,” ungkapnya.


Rozak menyoroti pentingnya analisis komprehensif untuk memastikan efektivitas program Angkot Pintar itu. “Jangan sampai anggaran besar ini terhambur tanpa hasil nyata di lapangan,” tegasnya.


Namun, ia mengingatkan bahwa kajian program ini belum final dan baru akan dibahas pada 2025. “Anggaran Rp500 miliar terlihat besar, tapi kecil dibandingkan Jakarta yang menghabiskan Rp5,2 triliun untuk transportasi publik. Kuncinya adalah efektivitas,” tambahnya.


DPRD menegaskan dukungannya terhadap program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, namun menekankan perlunya kajian akademik dan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan keberlanjutan. “Kami mendukung penuh, tapi kehati-hatian dalam menyusun anggaran dan kajian yang matang adalah syarat mutlak,” tutup Rozak.


Dengan anggaran fantastis dan ekspektasi tinggi, Angkot Pintar diharapkan menjadi terobosan nyata. Namun, tanpa perencanaan yang cermat, ambisi ini berisiko menjadi sekadar wacana mahal. Masyarakat Bandung kini menanti, akankah Angkot Pintar benar-benar memecah kemacetan atau justru menambah beban anggaran?



sumber jabarekpres


#AngkotPintar #BandungSmartTransport #DPRDBandung #KemacetanBandung #TransportasiPublik #Bandung500M #APBD2025 #ProyekAngkutanBandung #SolusiKemacetan #TeknologiTransportasi #Bandung2026 #RPJMDBandung #PolemikAngkotPintar #AnggaranBandung #INET99News


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini