Jhon LBF Sebut Domino Bisa Tekan Kecanduan Gawai Anak Muda
0 menit baca
![]() |
| Jhon LBF menilai permainan Domino atau Gapleh bisa jadi alternatif menekan kecanduan gawai, Poto Uus/iNet99.id |
Bandung iNet99.id — Jhon LBF (Henry Kurnia Adhi), Ketua Bidang Humas PB ORADO Pusat, menilai permainan domino atau gapleh bisa menjadi alternatif menekan kecanduan gawai di kalangan anak muda. Pernyataan itu disampaikannya saat Kejurkab ORADO di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (28/3/2026).
Menurut Jhon, anak muda saat ini terlalu banyak terpaku pada layar gawai. Mereka membutuhkan aktivitas yang lebih seru, interaktif, dan menumbuhkan kebersamaan antar teman sebaya di lingkungan sekitar.
Gapleh, kata Jhon, bisa menjadi pilihan tepat untuk berkumpul dan bersosialisasi secara langsung. Permainan ini mendorong interaksi fisik, komunikasi, dan kerja sama antar pemain yang jarang didapatkan dari gawai.
"Ini bisa jadi alternatif nyata. Anak-anak muda sekarang butuh aktivitas yang membuat mereka berkumpul dan berinteraksi langsung, bukan hanya terpaku pada layar gawai," ujarnya.
Ia menekankan bahwa gapleh bukan sekadar permainan santai. Di balik kesederhanaannya, terdapat unsur strategi, ketelitian, serta kerja sama tim yang menantang dan bisa dikembangkan lebih jauh.
Permainan ini juga membantu membangun komunikasi langsung antar pemain. Dengan interaksi yang intens, gapleh memperkuat kebersamaan dan mempererat hubungan sosial dalam masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
Suasana kejuaraan terlihat hidup. Puluhan peserta serius menyusun strategi di atas meja, namun suasana tetap santai dan interaksi antar pemain tetap hangat sepanjang pertandingan berlangsung.
Jhon menambahkan, jika gapleh dikelola dengan serius dan konsisten, permainan ini bisa berkembang menjadi olahraga prestasi yang berjenjang dan berpotensi melahirkan atlet berdaya saing tinggi.
Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, yang membuka kejuaraan, menegaskan pentingnya memperkenalkan domino sebagai olahraga dengan aturan jelas. Ia ingin masyarakat tidak hanya mengenal namanya, tetapi juga cara bermain yang benar.
Ali menekankan bahwa permainan ini sederhana, murah, dan dapat dimainkan berbagai kalangan tanpa perlengkapan rumit. Keunggulan ini membuat domino mudah diterima oleh masyarakat luas.
Pemerintah daerah mendorong pembinaan olahraga ini hingga tingkat kecamatan dan desa melalui kompetisi rutin. Tujuannya agar perkembangan domino semakin luas dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.
Selain itu, kegiatan ini memberi kesempatan bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan prestasi secara terarah. Domino diharapkan menjadi alternatif positif bagi anak muda yang selama ini terlalu banyak menatap layar gawai.
Ketua ORADO Kabupaten Bandung, S. Budiawan Mufti, menyatakan kejuaraan ini merupakan langkah awal penting dalam membangun wadah resmi dan sistem pembinaan berkelanjutan bagi domino di tingkat lokal.
Antusiasme peserta cukup tinggi meskipun organisasi masih baru berdiri. Hal ini menunjukkan potensi besar pengembangan domino sebagai cabang olahraga berjenjang di Kabupaten Bandung ke depan.
Kejuaraan ORADO Kabupaten Bandung diikuti puluhan tim dari berbagai kecamatan. Kompetisi ini menjadi pijakan untuk menuju kejuaraan tingkat provinsi bahkan nasional, dengan sistem pembinaan yang jelas, terarah, dan berkelanjutan.
Pewarta: Uus

