ADVERTISEMENT
Iklan

Dua Pelajar SMP Tewas Saat Dikejar Kelompok Pelajar, Polisi Amankan Tiga ABH

bentrok geng motor
Poto Ilustrasi dibuat di gemini ai

TANGERANG SELATAN, iNET99.id – Polisi mengamankan tiga anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) terkait kasus tewasnya dua pelajar SMP negeri dalam kecelakaan di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Kedua korban meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pembatas jalan saat berusaha melarikan diri dari kejaran kelompok pelajar yang diduga membawa senjata tajam.

Kapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Serpong, kelompok pelajar SMA swasta dari wilayah Ciledug, Kota Tangerang, diduga mengejar korban dan mencari lawan secara acak.

“Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Serpong, kami mengungkap adanya penyerangan yang dilakukan oleh kelompok pelajar SMA dari wilayah Ciledug, Tangerang Kota. Kelompok tersebut melakukan pengejaran terhadap korban dan mencari lawan secara acak. Apabila bertemu dengan kelompok lain, mereka akan melakukan penyerangan,” kata Suhardono.

Kedua korban diketahui berasal dari Kota Tangerang. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026), saat keduanya sedang dalam perjalanan untuk bermain futsal sebelum bertemu dengan kelompok pelajar tersebut.

Dalam situasi itu, kedua korban diduga panik karena dikejar kelompok yang membawa senjata tajam. Mereka kemudian berusaha menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah.

Sepeda motor yang dikendarai korban melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak pembatas jalan. Keduanya terjatuh ke arah trotoar dan mengenai tiang listrik. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kedua pelajar meninggal dunia.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan tiga ABH berinisial WPA (16), RAN (16), dan MMA (15).

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, yakni satu celurit besar berwarna merah, satu arit, satu golok, serta satu sepeda motor Honda PCX berwarna merah.

Suhardono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.

“Kami dari pihak kepolisian menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, perkara tersebut akan ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami mengimbau kepada para orang tua dan pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan para siswa. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Suhardono.

Sementara itu, kedua jenazah pelajar tersebut telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.

(Editor/Andi)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

Terkini