BREAKING NEWS

Sekolah Dibongkar Demi Koperasi Desa Merah Putih, Pemprov NTT: Jangan Benturkan Pendidikan dengan Proyek


ENDE, inet99.id – Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai sorotan. Penghancuran sebagian bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni demi akses proyek tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Pemerintah Provinsi NTT mengingatkan agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak mengorbankan dunia pendidikan. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah NTT, Linus Lusi, meminta Pemerintah Kabupaten Ende menyelesaikan persoalan ini secara bijaksana.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ende secara bijak mengatasi persoalan ini. Tolong, jangan benturkan urusan sekolah, urusan pendidikan, dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)," kata Linus Lusi, Senin (8/6/2026).

Menurut Linus, penghancuran sebagian bangunan SDN Wolomoni seharusnya tidak perlu terjadi apabila lokasi pembangunan koperasi tidak dipaksakan berada di area tersebut. Terlebih, masyarakat bersama para tokoh adat sebelumnya telah menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan di lokasi itu.

Ia juga mendorong agar polemik tersebut tidak terus berlanjut dan dapat diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan pendidikan serta aspirasi masyarakat setempat.

Di lokasi proyek, sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan. Tiang penyangga ruang kelas dipotong, sebagian lantai dijebol, serta taman yang berada di sisi bangunan ikut dibongkar sebagai akses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Kondisi tersebut memicu kemarahan warga dan tokoh adat. Mereka menilai pembangunan koperasi tidak semestinya dilakukan dengan mengorbankan fasilitas pendidikan yang selama ini digunakan oleh para siswa.

Pihak SDN Wolomoni juga menyampaikan bahwa sekolah tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait penghancuran sebagian bangunan untuk kepentingan proyek tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, memberikan klarifikasi mengenai insiden tersebut.

Menurut Kapuspen TNI, kerusakan pada tiang dan sebagian lantai bangunan sekolah terjadi ketika alat berat bermanuver di lokasi proyek hingga mengenai tiang bangunan sekolah.

Ia menjelaskan bahwa tiang tersebut hanya digeser sementara dan akan diperbaiki kembali.

Insiden yang terjadi pada Jumat (5/6/2026) itu sempat menggegerkan masyarakat sekitar. Penolakan terhadap kelanjutan proyek Koperasi Desa Merah Putih pun kembali menguat setelah kerusakan sekolah menjadi perhatian publik.

Saat ini, proses perbaikan terhadap bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan telah mulai dilakukan. Meski demikian, polemik mengenai lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih masih menjadi perhatian masyarakat dan berbagai pihak di Nusa Tenggara Timur.


Editor: Andi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar

💛 Dukung Jurnalisme Independen

Besar kecilnya dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Terkini